Latihan Ujian Online

Latihan Ujian Online sangat mungkin dilakukan bersama aplikasi digital bernama Edubox. Aplikasi ini memudahkan guru (dalam membuat soal) maupun siswa (guna menjawab pertanyaan).

Apalagi di masa pandemi covid-19 seperti sekarang ini. Kita pemangku kepentingan di bidang pendidikan mulai dari institusi sekolah, para guru, orang tua, dan terutama para siswa, dituntut agar dapat beradaptasi lebih lanjut. Tidak hanya proses belajar-mengajar yang harus ditransformasikan ke bentuk online. Melainkan juga segala bentuk latihan dan asesmen; di antaranya adalah kuis dan ujian.

Bila menggunakan Edubox Cloud, guru bisa membuat soal di rumah, dengan siswa juga mengerjakan soal-soal latihan/kuis/ujian di rumah (menggunakan aplikasi mobile Edubox Go).

Tidak hanya sebagai aplikasi ujian, Edubox juga memberikan akses ke berbagai ujian, ulangan, dan latihan ujian online lewat fitur Bank Soal.

Fitur tersebut akan membantu murid-murid sekolah dari mulai SD, SLTP, SMU, SMK, MI, MTS, dan MA dalam mengerjakan soal-soal secara online. Aplikasi ini berisi puluhan ribu soal yang dilengkapi juga dengan Full Prediksi + Jawaban.

Aplikasi Latihan Ujian Online pastinya akan membantu siswa latihan ujian online sebelum berhadapan langsung dengan aplikasi UNBK.

Siswa-siswa perlu dipersiapkan lebih awal guna menghadapi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Meskipun UN tidak lagi memiliki format ujian yang sama persis dengan tahun-tahun sebelumnya, namun ujian tersebut akan tetap ada. Istilahnya saja yang berganti. Jaman dulu istilahnya EBTANAS, kemungkinan besar tahun depan tidak menggunakan istilah UN lagi.

Ujian Nasional adalah salah satu cara untuk mengukur proses pendidikan kita. Apapun nama dan istilahnya, UN tetap diperlukan untuk mendapatkan statistik murid-murid SMA di semua provinsi dan kota/kabupaten. Sehingga dapat diketahui keadaan pendidikan di daerah tersebut.

Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) adalah ujian dari pusat secara online, soal diberikan secara online dan didukung oleh komputer sekolah masing-masing. Tryout UTBK sama saja dengan tryout yang lain, hanya saja dikerjakan didepan komputer.

Ayo sering latihan ujian online. Dengan online, kini bisa latihan ujian online di manapun dan kapanpun selama tersambung dengan koneksi internet.

Cara Membuat Ulangan Online

Cara membuat ulangan online membutuhkan aplikasi edubox dan database soal dan jawaban milik bapak ibu guru sekalian. Yang biasanya berupa microsoft word.

Siswa bisa ujian dengan menggunakan aplikasi mobile Edubox Go.

Bapak-Ibu mungkin sudah memiliki soal yang dibuat di microsoft word. Sebelum kita copy-paste soal ke aplikasi edubox, kita siapkan dulu yang akan di-copaste di ms word.

Teknik menulis ulangan online di ms word

Pertama, taruh nomor soal. Misal angka 1, sebagai nomor soal 1.

Di bawahnya, kita insert table sebanyak 1 sel saja. Di sel inilah kita akan memasukkan 4 hal: nomor KD, uraian soal, kunci jawaban (misal: C), dan alternatif pilihan jawaban.

Apabila uraian soal mengandung gambar, maka visualnya kita fokuskan pada gambar tersebut saja. Kita bisa pakai snipping tool. Juga supaya ukuran kilobyte (kb) gambar tersebut tidak terlalu besar yang mungkin dapat menyulitkan siswa ketika ulangan online berlangsung.

Masuk ke soal nomor 2. Ketik angka 2 dahulu, lalu tekan enter.

Insert satu sel table saja. Lalu masukkan nomor kompetensi dasar dengan cara #KD-tingkatan kelas-nomor KD. Misal #KD832 yaitu kompetensi dasar kelas 8 nomor KD 32. Tekan enter.

Copy-paste uraian soal dari ms word yang lain, tekan enter.

Ketik: “Kunci” diikuti dengan jawaban, misal “B”. Tekan enter.

Copy-paste alternatif jawaban dari database soal Anda di ms word.

Maka selesai sudah untuk soal kedua. Dan demikian seterusnya diulang cara membuat ulangan online tersebut.

Muncul pertanyaan: bagaimana jika ada sebuah uraian yang digunakan untuk beberapa pertanyaan soal? Maka uraian tersebut wajib dimasukkan di tiap-tiap “uraian soal” di tiap sel soal.

Semua sel harus memiliki nomor soal di luar sel tersebut. Dan tiap sel soal sudah berisi nomor KD, uraian soal, kunci jawaban, alternatif jawaban. Sekarang untuk mengubah soal-soal tersebut menjadi SQL, maka kita edupress-kan dulu soal-soal tersebut.

Edupress-kan soal

Pilih “save and send” dari menu “file” di bagian atas microsoft word. Pilih “publish to a blog post”, kemudian masukkan username dan password. klik “Register Now”. Perbaiki alamat URL wordpress-nya menjadi “edubox.pinisi.io” tanpa mengubah akhir URL yang sudah ada. Kemudian input “username” dan “password”. Akan ada notifikasi “Account registration is successful”.

Bila sudah muncul jam-menit-detik dan tanggal-bulan-tahun, berarti soal telah di-published di Edupress.

Download SQL

Selanjutnya, kita online ke edubox.pinisi.io. Masukkan username dan password. Muncul menu berisi “Daftar Ujian Anda” dan “Unduh Template”. Selanjutnya, klik “Daftar Ujian Anda”. Yang baru saja di-published kan, akan muncul teratas di list ujian. Klik file soal yang dimaksud, lalu silakan cek ulang apakah semua soal sudah lengkap dan siap diujikan.

Di tahap ini, soal tidak bisa diperbaiki. Apabila ada perbaikan, revisi soal dilakukan di halaman ms word di tahap sebelumnya. Publish lagi bila revisi sudah selesai.

Ketika soal benar-benar sudah lengkap dan siap diujikan, selanjutnya adalah mengunduh (download) SQL-nya. Tombol ada di kiri bawah. File hasil download ini yang siap digunakan untuk menguji kompetensi siswa. File bisa ditransfer via whatsapp, email, maupun disimpan di flash disk.

Demikian cara membuat ulangan online dengan aplikasi Edubox. Ada pertanyaan? Silakan ketik tombol “chat whatsapp kami”.

Edubox Cloud

Edubox Cloud adalah aplikasi Edubox yang diinstal di Cloud computing (komputasi awan). Teknologi tersebut adalah tren teknologi terkini.

Cloud Computing

Edubox mengadopsi cloud computing demi memberikan pengalaman ujian yang mudah, nyaman, dan cepat bagi guru dan siswa.

Dengan berlangganan Edubox Cloud, maka ujian online bisa dilaksanakan secara jarak jauh (remote) dengan bantuan internet. Sehingga, ujian online tidak perlu dilakukan di ekosistem jaringan intranet sekolah.

Di masa pandemi covid-19 seperti sekarang ini, Edubox Cloud adalah solusi dalam penyelenggaraan kuis, test, maupun ujian secara jarak jauh.

Guru dan sekolah bisa melakukan proses penilaian hasil belajar siswa, seperti pembuatan soal, manajemen ruang, pelaksanaan ujian, rekap nilai ujian , rekap nilai siswa dan pencetakan Rapor. Siswa mengerjakan soal dengan Edubox Go.

Fitur lainnya adalah unlimited user, baik guru maupun siswa.

Dengan menggunakan Server Cloud online, sehingga maka sekolah tidak perlu menginstal server fisik (hardware) di lingkungan sekolah.

Sistem berlangganan ke Edubox bisa dilakukan secara tahunan, bulanan atau bahkan per event ujian saja.

Spesifikasi minimum yang harus disediakan oleh sekolah (di luar biaya berlangganan ke Edubox) hanyalah jaringan internet sekolah.

Fasilitas dari Edubox adalah free update untuk aplikasi Edubox selama berlangganan. Proses update akan dibantu oleh Helpdesk.

2.138 sekolah dan 5.374 guru di 32 kota/kab se-Indonesia telah menggunakan Edubox.

Cloud computing menurunkan kebutuhan akan software dan hardware. Sehingga akan menghemat pengeluaran untuk hardware.

Sekolah akan menghemat banyak biaya, dimana mereka akan mengurangi pembelian inventaris. Seperti, hard disk, infrastruktur, hingga biaya royalti atas lisensi software tak perlu lagi dianggarkan. Perusahaan hanya cukup membayar biaya kompensasi per bulan, sesuai dengan ketetapan dari penyedia cloud service atau layanan cloud.

Uniknya lagi, dengan menggunakan sistem cloud atau cloud computing, para pengguna tak perlu lagi menambah skala ruang penyimpanannya.

Pengguna dapat dengan mudah menambah dan mengurangi kapasitas penyimpanan data tanpa membeli peralatan tambahan, salah satu contohnya hard disk. Sebab, pengguna dapat menyimpan semua datanya di internet (virtual) yang sudah disediakan penyedia cloud service dan layanan cloud tersebut.

Edubox sebagai Alternatif Google Form

Edubox sebagai alternatif google form dalam pembuatan soal ujian online.

Google Form adalah aplikasi form yang sangat populer. Sedangkan Edubox adalah aplikasi pembelajaran dan ujian online untuk guru dan siswa.

Digitalisasi aktifitas pendidikan dan proses belajar-mengajar semakin intens akhir-akhir ini. Apalagi didorong oleh pandemi covid-19 yang “memaksa” kita menerapkan School From Home (SFH) untuk siswa dan Work From Home (WFH) untuk guru.

Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dibantu dengan tools semisal Zoom, whatsapp, email, PowerPoint, dan sebagainya.

Untuk penyelenggaraan kuis atau ujian, Google Form adalah aplikasi yang populer digunakan. Ada beberapa keunggulannya.

Keunggulan

  • Gratis. Tidak perlu keluar biaya.
  • Merek yang sangat populer. Mengingat form ini merupakan bawaan atau turunan dari grup-nya Google.
  • Sejak pembuatan soal pilihan ganda (PG), kita sebagai guru sudah bisa menentukan jawaban dari PG tersebut. Ini memudahkan kita dalam memeriksa dan memberi nilai. Karena memotong waktu yang sangat banyak.

Namun demikian, masih ada juga kelemahannya.

Kelemahan Google Form.

Kami menemukan di internet bahwa para siswa mencoba melakukan hack terhadap aplikasi ini. Ada dua keyword yang biasa digunakan:

  • Cara mengetahui jawaban di google form
  • Cara melihat jawaban di google form

Bagaimana dengan Edubox sebagai alternatif pembuatan soal ujian online?

Edubox

Edubox adalah aplikasi pembelajaran dan ujian online untuk guru dan siswa. Dengan edubox, kita bisa melakukan:

  • Menyimpan materi pembelajaran di peladen awan (cloud server). Sehingga bisa diakses dari mana saja. Termasuk tatkala SFH atau WFH.
  • Membuat soal untuk ujian online. Cara membuat soal online telah kami jelaskan di artikel sebelumnya.
  • Memeriksa ujian dengan lebih cepat. Karena soal dan jawaban berupa digital. Dan jawaban bisa kita siapkan sebelumnya tanpa “bocor” kepada siswa.
  • Memindahkan dan mengakumulasi nilai hasil quiz dan ujian ke dalam lembar raport siswa.
  • Menghemat kertas ujian.

Dengan demikian, Edubox adalah alternatif pembuatan soal online yang patut dicoba. Klik tombol di bawah ini.

Cara Download Nilai Ujian Online

  • Silakan klik pilihan “ujian” di menu kiri.
  • Di kolom pencarian, ketik misalnya “pai” alias pendidikan agama islam.
  • Klik tombol “Cari”.
  • Pilih salah satu dari hasil pencarian. Tinggal klik saja.
  • Bisa dilihat, ada grafik yang merepresentasikan hasil ujian siswa secara umum.
  • Untuk per orang siswa, klik tab “Daftar Nilai”, dan klik “Refresh Data”
  • Bila ingin mengunduh hasil ujian, klik menu Drop Up “Aksi Ujian”, pilih dan klik “Unduh Nilai Ujian”
  • File yang diunduh berupa Microsoft Excel. Yang tabelnya berisi nama siswa, jumlah jawaban benar, jawaban salah, jawaban kosong (tidak dijawab), dan total nilai.

Dari file unduhan tersebut, kita bisa print out, bisa copy-paste ke aplikasi target (misalnya aplikasi raport), dan sebagainya.

Cara Membuat Soal Online

Cara membuat soal online membutuhkan aplikasi edubox dan database soal dan jawaban milik bapak ibu guru sekalian. Yang biasanya berupa microsoft word.

Siswa bisa ujian dengan menggunakan aplikasi mobile Edubox Go.

Bapak-Ibu mungkin sudah memiliki soal yang dibuat di microsoft word. Sebelum kita copy-paste soal ke aplikasi edubox, kita siapkan dulu yang akan di-copaste di ms word.

Teknik menulis soal online di ms word

Pertama, taruh nomor soal. Misal angka 1, sebagai nomor soal 1.

Di bawahnya, kita insert table sebanyak 1 sel saja. Di sel inilah kita akan memasukkan 4 hal: nomor KD, uraian soal, kunci jawaban (misal: C), dan alternatif pilihan jawaban.

Apabila uraian soal mengandung gambar, maka visualnya kita fokuskan pada gambar tersebut saja. Kita bisa pakai snipping tool. Juga supaya ukuran kilobyte (kb) gambar tersebut tidak terlalu besar yang mungkin dapat menyulitkan siswa ketika ujian online berlangsung.

Masuk ke soal nomor 2. Ketik angka 2 dahulu, lalu tekan enter.

Insert satu sel table saja. Lalu masukkan nomor kompetensi dasar dengan cara #KD-tingkatan kelas-nomor KD. Misal #KD832 yaitu kompetensi dasar kelas 8 nomor KD 32. Tekan enter.

Copy-paste uraian soal dari ms word yang lain, tekan enter.

Ketik: “Kunci” diikuti dengan jawaban, misal “B”. Tekan enter.

Copy-paste alternatif jawaban dari database soal Anda di ms word.

Maka selesai sudah untuk soal kedua. Dan demikian seterusnya diulang cara membuat soal online tersebut.

Muncul pertanyaan: bagaimana jika ada sebuah uraian yang digunakan untuk beberapa pertanyaan soal? Maka uraian tersebut wajib dimasukkan di tiap-tiap “uraian soal” di tiap sel soal.

Semua sel harus memiliki nomor soal di luar sel tersebut. Dan tiap sel soal sudah berisi nomor KD, uraian soal, kunci jawaban, alternatif jawaban. Sekarang untuk mengubah soal-soal tersebut menjadi SQL, maka kita edupress-kan dulu soal-soal tersebut.

Edupress-kan soal

Pilih “save and send” dari menu “file” di bagian atas microsoft word. Pilih “publish to a blog post”, kemudian masukkan username dan password. klik “Register Now”. Perbaiki alamat URL wordpress-nya menjadi “edubox.pinisi.io” tanpa mengubah akhir URL yang sudah ada. Kemudian input “username” dan “password”. Akan ada notifikasi “Account registration is successful”.

Bila sudah muncul jam-menit-detik dan tanggal-bulan-tahun, berarti soal telah di-published di Edupress.

Download SQL

Selanjutnya, kita online ke edubox.pinisi.io. Masukkan username dan password. Muncul menu berisi “Daftar Ujian Anda” dan “Unduh Template”. Selanjutnya, klik “Daftar Ujian Anda”. Yang baru saja di-published kan, akan muncul teratas di list ujian. Klik file soal yang dimaksud, lalu silakan cek ulang apakah semua soal sudah lengkap dan siap diujikan.

Di tahap ini, soal tidak bisa diperbaiki. Apabila ada perbaikan, revisi soal dilakukan di halaman ms word di tahap sebelumnya. Publish lagi bila revisi sudah selesai.

Ketika soal benar-benar sudah lengkap dan siap diujikan, selanjutnya adalah mengunduh (download) SQL-nya. Tombol ada di kiri bawah. File hasil download ini yang siap digunakan untuk menguji kompetensi siswa. File bisa ditransfer via whatsapp, email, maupun disimpan di flash disk.

Demikian cara membuat soal online dengan aplikasi Edubox. Ada pertanyaan? Silakan ketik tombol “chat whatsapp kami”.

Edubox Go

Edubox Go adalah aplikasi mobile (tersedia di Play Store dan App Store) yang bisa digunakan untuk PR, tugas, dan pembelajaran serba online.

Di tengah situasi pandemi covid-19 ini, banyak institusi pendidikan terpaksa melaksanakan proses kegiatan belajar-mengajar (KBM) dengan format baru. Yaitu, School From Home (SFH). Para guru juga dituntut untuk bekerja jarak jauh, yang disebut Work From Home (WFH).

Dalam situasi tersebut, penggunaan aplikasi digital terutama untuk gawai-gawai seperti smartphone dan tablet, sangat dibutuhkan untuk mendukung SFH dan WFH.

Penggunaan aplikasi mobile diambil untuk mengantisipasi adanya kemungkinan perpanjangan masa belajar di rumah.

Aplikasi Edubox Go digunakan untuk melakukan pembelajaran secara offline dan online dimana saja dan kapan saja.

  • Login dengan akun Edubox sekolah. Login dengan menggunakan akun edubox yang sudah ada di sekolah. Anda tidak perlu melakukan registrasi ulang untuk login di aplikasi mobile ini.
  • Sistem download soal yang lebih praktis dan mudah. Sistem unduh soal yang lebih praktis dan efisien. Memungkinkan anda untuk menghemat kuota semaksimal mungkin.
  • Video Pembelajaran. Terdapat Video pembelajaran yang bisa diakses secara online dan offline.
  • Try Out. Try Out untuk melatih kemampuan siswa.
  • Tampilan antarmuka yang lebih baik. Tampilan antarmuka yang sudah diperbarui dari aplikasi Edubox sebelumnya.

Manfaat bagi guru:

  • Simpel dan mudah melakukan penilaian Ulangan Harian, PTS, PAS, Ujian Sekolah dan Try Out
  • Penilaian Tengah Semester (PTS)
  • Penilaian Akhir Semester (PAS)
  • Mudah dan cepat menyiapkan Rekap Nilai

Manfaat bagi siswa:

  • Mengerjakan Ujian di mana saja dengan Edubox Go
  • Terbiasa melakukan ujian berbasis komputer
  • Mengasah kemampuan untuk UNBK

Manfaat Bagi Sekolah

  • Tidak perlu pengaturan dan sinkronisasi server yang rumit
  • Menghemat penggunaan kertas
  • Ujian bisa dilaksanakan di sekolah terpencil atau tidak terjangkau internet

Mengapa harus android?

Tingkat kepemilikan siswa terhadap perangkat (gadget) dengan sistem operasi (operation system, OS) android jauh lebih tinggi daripada laptop. Smartphone android bahkan tersedia pada harga yang relatif terjangkau dengan kualitas yang bisa diandalkan. Berbeda dengan kompetitornya, yaitu iOS dari perusahaan Apple yang perangkat-perangkatnya berharga mahal. Dengan menggunakan perangkat dan aplikasi berbasis android, sekolah maupun para guru relatif tidak menemui hambatan tatkala meminta para siswa untuk membawa perangkat yang bisa digunakan untuk ujian berbasis android. Berbeda dengan laptop yang tidak semua keluarga memilikinya. Apabila sekolah menugaskan masing-masing siswa untuk membawa laptop, tentu tidak akan mudah. Malah sebaliknya, membebani siswa dan keluarganya.

Android juga mudah digunakan. Seiring dengan perkembangan wawasan (insight) para developer dalam merancang mobile app yang “mengerti” kebutuhan para pengguna (user). Pengalaman pengguna (user experience, UX) adalah prioritas pengembang. Dalam proses pengembangan mobile app, user tidak perlu lagi membaca petunjuk manual (manual guidance) yang biasanya berisi cara-cara bagaimana menggunakan suatu aplikasi. Berkat wawasan pengembangan UX, user akan mendapati betapa mudahnya menggunakan mobile app yang memang khusus dirancang untuknya.

Pranala berita:

Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Lumajang siap gelar Penilaian Akhir Tahun (PAT) secara online.

Proktor UNBK

Apa Itu UNBK ? Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) disebut juga Computer-Based Test (CBT) adalah sistem pelaksanaan ujian nasional dengan menggunakan komputer sebagai media ujiannya. Proktor UNBK berperan penting dalam pelaksanaan UNBK.

Rekan-rekan Proktor dan Teknisi UNBK 2020 di manapun berada, semoga tetap semangat dalam melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) Tahun 2020.

Penyelenggaraan UNBK saat ini menggunakan sistem semi-online yaitu soal dikirim dari server pusat secara online melalui jaringan (sinkronisasi) ke server lokal (sekolah), kemudian ujian siswa dilayani oleh server lokal (sekolah) secara offline. Selanjutnya hasil ujian dikirim kembali dari server lokal (sekolah) ke server pusat secara online (upload).

Meskipun UNBK 2020 menjadi UNBK yang terakhir tetapi tidak mengurangi keseriusan dalam perbaikan dan pembenahan dalam sistem UNBK. Sehingga pelaksanaan UNBK 2020 ini menjadi sejarah baru berakhirnya UNBK.

Secara umum  tugas proktor adalah mengopratori server unbk sehingg dapat menyediakan soal – soa tampil di komputer klien. Dan teknisi membantu jika terjadi gangguang teknis seperti komputer mati, jaringan klien tidak terhubung kr server dan lainnya. 

Dokumen administrasi yang menjadi kewajiban dan tanggung jawab proktor UNBK adaah berita acara sinkronisasi, berita acara pelaksanaan ujian dan daftar hadir peserta.

  • Dokumen ini wajib diisi, ditandatangi, dan diserahkan kepada sekolah pelaksana UNBK; di samping itu berita acara sinkronisasi tersebut harus diunggah ke dalam web UNBK.
  • Dokumen berita acara pelaksanaan ujian wajib dicetak dari web UNBK lalu ditandatangani sebanyak rangkap 3 (tiga), terakhir wajib diunggah ke web UNBK.
  • Daftar hadir peserta wajib diunggah ke web UNBK.

Apakah harus menggunakan OS 64 bit

Bebas, bisa menggunakan 32 atau 64 Bit namun jangan lupa setting Xambro jika menggunakan OS 32 Bit

Apa saja OS yang bisa dipakai sebagai computer klien?

Untuk windows, mulai dari XP hingga Windows 10, namun untuk XP harus menginstall net 3.5

Siswa gagal melaksanakan tes

Siswa lapor kepada proktor dan proktor melakukan reset login peserta

Apakah bisa melaksanakan ujian dengan mata pelajaran yang berbeda dalam satu server pada saat bersamaan?

Tiap sesi hanya boleh satu mata pelajaran saja

Cara setting lokasi Chrome

Silahkan klik kanan pada aplikasi chrome dan klik Properties, kopi alamat pada target dan hilangkan tanda kutip dua, di awal dan di akhir, contoh C:\Program Files (x86)\Google\Chrome\Application\chrome.exe

Peran Penting Proktor UNBK

  • Pagi hari sebelum dilaksanakan UNBK Proktor membuka aplikasi CBT Sync di komputer server, (sesuai petunjuk) sambil menunggu status server pusat menjadi aktif.
  • Setelah server pusat aktif (puspendik), maka langkah selanjutnya adalah membagikan Token yang telah dirilis pada aplikasi CBT.
  • Memandu peserta UNBK untuk mengisikan username dan password di komputer.
  • Setelah daftar hadir peserta UNBK selesai diedarkan oleh Pengawas ruang dan telah diisi dengan lengkap, maka Proktor selanjutnya mengisi berita acara di situs UNBK.
  • Mencetak berita acara, meminta tanda tangan pengawas ruang dan penanggung jawab (Kepala Sekolah).
  • Setelah semua dokumen ditandatangi (Proktor, Pengawas, Penanggung Jawab) maka langkah selanjutnya adalah mengunggah hasil scan dokumen tersebut melalui situs resmi UNBK.
  • Tugas insidental dari Proktor adalah mereset komputer peserta UNBK yang mengalami kendala.
  • Mencetak hasil pekerjaan UNBK

Link menarik tentang Merdeka Belajar, sebuah kampanye dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud).

Merdeka Belajar Bersama Edubox

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) kita, Nadiem Makarim, meluncurkan empat pokok kebijakan pendidikan dalam Program Merdeka Belajar. Yang artinya, unit-unit pendidikan yaitu sekolah, guru-guru dan muridnya punya kebebasan, setidaknya dalam dua hal. Yaitu kebebasan untuk berinovasi, serta kebebasan untuk belajar dengan mandiri dan kreatif.

Merdeka Belajar identik dengan Guru Penggerak.

Yaitu, guru yang mengutamakan murid dari apa pun, bahkan dari kariernya, mengutamakan murid dan pembelajaran murid. Karena itu mengambil tindakan-tindakan tanpa disuruh, diperintah, untuk melakukan yang terbaik. Sehingga inovasi-inovasi di unit-unit pendidikan akan menjadi gerakan yang massif.

Mas Menteri Nadiem sendiri meyakini bahwasanya di setiap unit pendidikan baik di sekolah ataupun universitas paling tidak ada satu orang guru/dosen penggerak. Beliau mengingatkan untuk mempertahankan keberadaan guru-guru penggerak ini, sekaligus kita sebisa mungkin memperbanyak jumlahnya di masing-masing sekolah.

Kembali ke visi Merdeka Belajar, setidaknya ada empat kebijakan yang menyertainya.

Empat Kebijakan Merdeka Belajar

Berikut adalah empat kebijakan terkait Merdeka Belajar tersebut:

Pertama, Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN). 

Pelaksanaan USBN tahun 2020 mendatang akan dikembalikan ke pihak sekolah. Sebagaimana yang tercantum dalam UU Sisdiknas (Sistem Pendidikan Nasional) bahwa peserta didik akan dievaluasi oleh gurunya dan kelulusan siswa tersebut akan ditentukan oleh sekolah.

Pihak sekolah bisa menyelenggarakan ujian kelulusan sekolah sesuai kurikulum yang ada. Nadiem menjelaskan pihak sekolah diberi kebebasan menentukan bentuk dan format ujian kelulusan sendiri seperti portofolio, karya tulis, atau bentuk penugasan lainnya. Bagi sekolah yang belum siap, ia mempersilakan sekolah menggunakan sistem USBN lama.

Sistem aplikasi seperti Edubox dapat membantu sekolah guna melaksanakan ujian secara digital, serta mengkompilasi skor-skor ujian tersebut ke dalam buku raport.

Kedua, Ujian Nasional. 

Pada tahun 2021 mendatang Nadiem berencana akan mengganti sistem UN yang ada dengan sistem baru, yaitu Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Asesmen ini menekankan pada kemampuan penalaran literasi dan numerik didasarkan pada praktik terbaik tes PISA (Program for International Student Assessment) atau TIMSS (Trend in International Mathematics and Science Study).

Yang masih menjadi pertanyaan adalah, akan seperti apa dan bagaimana asesmen dan survei karakter pengganti UN juga masih belum tergambar secara jelas. Yang jelas, UN 2020 adalah ujian nasional terakhir yang diselenggarakan pemerintah.

Ketiga, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). 

Ke depan, RPP tak lagi berlembar-lembar sebagaimana biasanya. Oleh Nadiem, RPP akan diringkas menjadi satu lembar saja. Ia ingin memangkas administrasi yang selama ini membebani para guru.

Keempat, sistem zonasi PPDB.

Sistem zonasi akan tetap diberlakukan. Hanya saja, ia akan menambah kuota jalur prestasi. Kuota yang semula terdiri dari 80% zonasi, 5% perpindahan, dan 15% prestasi, diubah menjadi zonasi 50%, afirmasi itu Kartu Indonesia Pintar (KIP) 15%, perpindahan 5%, sisanya (30%) untuk jalur prestasi.

Mengapa format UN diubah?

Sebelum mengetahui mengapa format UN diubah, kita perlu tahu dulu hasil UN akan mengacu ke standard internasional yang mana. Ada dua, yaitu PISA dan TIMSS.

PISA

Untuk diketahui, PISA adalah survei internasional tiga tahunan yang diselenggarakan oleh The Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD). PISA bertujuanuntuk mengevaluasi sistem pendidikan di seluruh dunia dengan menguji keterampilan dan pengetahuan siswa berusia 15 tahun yang mendekati akhir dari pendidikan wajib mereka.

Setiap tiga tahun siswa diuji dalam mata pelajaran utama, yakni literasi, matematika dan sains. Standar yang dikeluarkan PISA menjadi salah satu tolak ukur keberhasilan pendidikan yang dipakai oleh berbagai negara. Untuk dapat membandingkan diri dengan negara-negara lain di Indonesia, Kemendikbud menggunakan acuan PISA tersebut.

Berikut adalah pengertian dari ketiga pelajaran utama tersebut:

  • Kemampuan literasi membaca adalah kemampuan siswa untuk memahami dan merenungkan teks untuk mencapai gagasan baru, bukan sekadar membaca.
  • Sedangkan kemampuan matematika ialah kemampuan siswa untuk merumuskan, menggunakan dan menafsirkan matematika untuk berbagai konteks.
  • Lalu untuk kemampuan sains, ialah kemampuan mengaitkan pengetahuan sains dengan isu yang relevan dalam kehidupan.

TIMSS

Sedangkan The Trends in International Mathematics and Science Study (TIMSS) adalah penilaian internasional untuk pengetahuan matematika dan sains pada siswa kelas 4 dan 8 di seluruh dunia. TIMSS dikembangkan oleh IEA (International Association for Evaluation of Education Achievement) untuk memungkinkan negara-negara yang berpartisipasi untuk membandingkan prestasi pendidikan siswa diseluruh dunia. TIMSS pertama kali dikelola pada tahun 1995 dan pengukurannya dilakukan setiap empat (4) tahun sekali.

Dasar pengukuran TIMSS matematika dan sains sendiri terdiri dari dua domain, yakni domain isi dan kognitif.

  • Domain isi matematika terdiri dari bilangan, aljabar, geometri, data dan peluang.
  • Sedangkan domain isi sains terdiri atas biologi, kimia, fisika dan ilmu bumi.
  • Untuk domain kognitif, yakni pengetahuan, penerapan dan penalaran.

Berbeda dengan UN yang dilaksanakan di akhir jenjang pendidikan, asesmen ini akan dilaksanakan di kelas 4, 8, dan 11. Hasilnya diharapkan menjadi masukan bagi sekolah untuk memperbaiki proses pembelajaran selanjutnya sebelum peserta didik menyelesaikan pendidikannya.

Alasan KEMENDIKBUD mengubah sistem UN

Ada beberapa alasan mengapa Menteri Pendidikan dan Kebudayaan merasa perlu mengubah sistem UN.

  1. Sistem UN dinilai hanya mengukur kompetensi berpikir tingkat rendah sehingga tidak sejalan dengan tujuan pendidikan, yaitu mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi.
  2. Ujian Nasional dinilai tidak relevan dengan abad 21 dimana inovasi merupakan hal utama.
  3. UN dinilai kurang mendorong guru menggunakan menggunakan metode pengajaran yang efektif untuk mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi, karena berpaku kepada hafalan bukan nalar.
  4. UN berperan kurang optimal sebagai alat untuk memperbaiki mutu pendidikan secara nasional karena hanya dinilai pada akhir jenjang. Sehingga tidak dapat digunakan sebagai bagan evaluasi untuk membuat siswa lebih berkembang.

Merdeka Belajar

Kebijakan pertama dan kedua dari empat kebijakan Merdeka Belajar, yang berhubungan dengan ujian sebagai bentuk Penilaian Hasil Belajar, biasanya memberikan beban pekerjaan tersendiri kepada para guru. Di antaranya adalah membuat soal yang memenuhi kriteria kurikulum, (pasca pelaksanaan asesmen) menilai hasil pembelajaran, dan terakhir adalah menghimpun dan mengkompilasi skor-skor tersebut ke dalam satu buku laporan proses Pendidikan yang biasa kita sebut sebagai Buku Raport.

Edubox, baik server (hardware) maupun software (aplikasi digital) membantu mempermudah pekerjaan administrasi para guru dengan proses penilaian hasil belajar yang lebih cepat diperoleh karena dilakukan secara digital. Lebih lanjut, Edubox juga membantu proses transfer skor-skor tersebut dari lembar jawaban ujian ke dalam buku raport.

Dua proses tersebut yang digitalisasinya dibantu oleh Edubox telah menghemat waktu dan sumber daya para guru. Sehingga guru bisa lebih fokus pada persiapan bahan ajar, mengajar dan berinteraksi dengan para siswa di kelas, serta membimbing dan melatih para peserta didik.

Empat kebijakan Merdeka Belajar oleh Kemendikbud yang telah disebutkan di atas, pada dasarnya adalah memberikan kesempatan bagi guru untuk terbebas dari belenggu dan kerangkeng metode-metode transfer ilmu kekinian. Dalam bahasa yang lebih sederhana, guru diberikan kesempatan untuk melakukan inovasi, alias Merdeka Belajar. Kami meyakini bahwasanya, mustahil bagi seorang guru untuk berpikir merdeka dan berinovasi sementara mereka dituntut menyelesaikan pekerjaan administrasi yang menguras waktu, tenaga dan pikiran.

Pandangan PGRI tentang Perubahan UN ini

PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia) memandang dengan implementasi kebijakan Merdeka Belajar ini, maka profesi guru akan lebih independen dalam mengeksplorasi dirinya sebagai pribadi pembelajar.

Visi dan kebijakan Merdeka Belajar tersebut merupakan peluang untuk menjadi guru yang lebih kreatif, inovatif, dan menguatkan pengajaran kolaboratif di sekolah.

Bentuk nyata kebijakan Merdeka Belajar adalah penyederhanaan berbagai aturan administrasi yang membelenggu guru.

PGRI memandang bahwasanya berbagai kebijakan baru dari Kemendikbud seperti Merdeka Belajar, Guru Penggerak, Kampus Merdeka dimaksudkan sebagai bentuk penyederhanaan birokrasi (termasuk di antaranya adalah administrasi) dalam meningkatkan mutu pendidikan dan memperluas akses.

Administrasi ini, tidak bisa tidak, adalah sesuatu yang wajib ada dalam berbagai proses Pendidikan. Meskipun demikian, keberadaannya tidak boleh menjadi “portal” yang menghalangi proses utama Pendidikan dan pengajaran itu sendiri. Oleh sebab itu, mari kita telaah beberapa jenis administrasi yang ada di unit-unit Pendidikan kita.

UN dan Beban Administrasi Guru

Di sisi lain, administrasi berikut kelengkapannya tidak bisa disepelekan; salah satunya adalah tercapainya target-target pendidikan yang tertuang dalam kurikulum. Kelengkapan administrasi ini penting agar para guru dapat memperoleh (salah satunya) tunjangan profesi.

Administrasi yang dilakukan oleh para guru, terbagi ke dalam tiga tujuan/fungsi:

  1. Administrasi sebagai dokumen; yaitu mendokumentasikan apa yang guru kerjakan, sejak tahap merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi serta menindak lanjutinya. RPP adalah dokumen administrasi dari rencana pekerjaan guru sebagai pengajar.
  2. Administrasi sebagai bukti fisik; menjadi bukti hitam di atas putih atas apa yang dilakukan guru dalam proses pembelajaran. Hitam di atas putih tidak melulu di atas kertas. Berbagai dokumen administrasi sebagaimana kita ketahui telah mengalami proses digitalisasi sehingga bisa dibuat, dicetak, dan didistribusikan dalam wujud digital saja. Bila diperlukan, segala “kertas digital” ini dapat dicetak menjadi tinta hitam di atas lembar kertas putih.
  3. Administrasi sebagai acuan; yaitu sebagai rel tempat guru mengacu pada saat melaksanakan tugas mendidik.Contohnya adalah Standard Isi (SI) dan Standard Kompetensi Lulusan (SKL).

Selain melaksanakan pembelajaran tatap muka dengan siswa sebagai fungsi utama seorang guru, tugas-tugas administrasi para guru antara lain:

  • Merencanakan pembelajaran,
  • Menilai hasil pembelajaran,
  • Membimbing dan melatih peserta didik, dan
  • Melaksanakan tugas tambahan yang melekat pada kegiatan pokok sesuai dengan beban kerja guru.

Itu adalah tugas-tugas administrasi guru sebagai pekerja. Di sisi lain, ada beberapa administrasi sekolah yang lagi-lagi menyedot sumber daya manusia, yaitu guru. Misalnya: segala administrasi terkait BOS (Bantuan Operasional Sekolah), administrasi terkait inventaris barang/aset di sekolah, dan lain sebagainya.

Akhir Kata

Penulis menyimpulkan bahwasanya administrasi Pendidikan ada banyak sekali. Baik di tingkat sekolah selaku institusi, maupun guru sebagai karyawan perorangan. Di sekolah, priortas nomor satu adalah Pendidikan kepada para peserta didik, dengan para guru selaku medium pendidiknya. Administrasi tidak boleh menjadi urusan nomor satu di sekolah, namun administrasi harus tetap ada guna membantu proses Pendidikan itu sendiri. Edubox baru sedikit membantu administrasi di sekolah; Dua di antaranya adalah pemeriksaan jawaban soal dan transfer nilai ke buku raport.

Referensi:

Penilaian Hasil Belajar

Pastinya, penilaian akan menjawab pertanyaan tentang sebaik apa hasil atau prestasi belajar seorang peserta didik. Hasil penilaian dapat berupa nilai kualitatif (pernyataan naratif dalam kata-kata) dan nilai kuantitatif (berupa angka). Pengukuran berhubungan dengan proses pencarian atau penentuan skor kualitatif dan kuantitatif tersebut.

Penilaian dilakukan untuk mengetahui kemajuan dan hasil belajar peserta didik, mendiagnosa kesulitan belajar, serta paling terakhir adalah memberikan umpan balik/perbaikan proses belajar mengajar.
Hasil belajar peserta didik dapat diklasifikasi ke dalam tiga ranah (domain), yaitu:

  • Kognitif (pengetahuan atau yang mencakup kecerdasan bahasa dan kecerdasan logika – matematika),
  • Afektif (sikap dan nilai atau yang mencakup kecerdasan antarpribadi dan kecerdasan intrapribadi, dengan kata lain kecerdasan emosional),
  • Psikomotor (keterampilan atau yang mencakup kecerdasan kinestetik, kecerdasan visual-spasial, dan kecerdasan musikal).

Sejauh mana masing-masing domain tersebut memberi sumbangan terhadap sukses seseorang dalam pekerjaan dan kehidupan ? Data hasil penelitian multi kecerdasan menunjukkan bahwa:

  • Kecerdasan bahasa dan kecerdasan logika-matematika yang termasuk dalam domain kognitif memiliki kontribusi hanya sebesar 5%,
  • Kecerdasan antarpribadi dan kecerdasan intrapribadi yang termasuk domain afektif memberikan kontribusi yang sangat besar yaitu 80%,
  • Sedangkan kecerdasan kinestetik, kecerdasan visual-spatial dan kecerdasan musikal yang termasuk dalam domain psikomotor memberikan sumbangannya sebesar 5 %.

Bagaimana Praktik di Lapangan?

Dalam praktik pendidikan di Indonesia yang tercermin dalam proses belajar-mengajar dan penilaian, yang amat dominan ditekankan justru domain kognitif. Domain ini terutama direfleksikan dalam 4 (empat) kelompok mata pelajaran, yaitu bahasa, matematika, sains, dan ilmu-ilmu sosial. Domain psikomotor yang terutama direfleksikan dalam mata-mata pelajaran pendidikan jasmani, keterampilan, dan kesenian cenderung disepelekan. Demikian pula, hal ini terjadi pada domain afektif yang terutama direfleksikan dalam mata-mata pelajaran agama dan kewarganegaraan.

Penilaian Hasil Belajar dapat kita tinjau dari beberapa aspek. Setidaknya ada 2 (dua) aspek yang bisa kita pertimbangkan sebelum sekolah sebagai institusi, maupun guru sebagai pendidik langsung, melaksanakan proses Penilaian Hasil Belajar. Yaitu,

  • Kemudahan pembuatan dan pengembangan teknik penilaian itu sendiri. Selain kompetensi mengajar, kompetensi mengembangkan metode Penilaian Hasil Belajar adalah suatu kompetensi yang perlu dicapai oleh guru. Akan mudah bila guru yang bersangkutan juga kompeten dalam membuat teknik penilaian. Contoh paling sederhana adalah guru mampu membuat soal ujian.
  • Waktu dan tempat pelaksanaan penilaian hasil belajar. Paling mudah melaksanakan penilaian adalah menetapkan satu waktu tertentu untuk seluruh kelas dalam satu tingkat; atau bahkan 3-6 tingkat sekaligus. Penilaian kepada tiap individu secara satu demi satu tentu memakan waktu yang tidak sedikit.

Memang, di antara para pengamat pendidikan, maupun para orang tua, mungkin ada terselip rasa penasaran mengenai bentuk-bentuk Penilaian Hasil Belajar yang cenderung itu-itu saja. Baik berupa soal-soal pilihan ganda, maupun soal esai.

Padahal, ada bentuk-bentuk lain seperti metode observasi (pengamatan) oleh guru, pembuatan dan pengumpulan karya oleh siswa sebagai peserta pendidikan, praktik pelaksanaan di lokasi kerja, dan lain sebagainya.

Penilaian akhir tidak harus berupa ujian tertulis. Sebab, kecerahan masa depan tidak dilihat dari seberapa “cerah” nilai ujian di atas kertas. Murid “zaman now” (sebagaimana siswa-siswa lain di zaman manapun) tidak hanya dituntut menguasai mata pelajaran. Namun, juga memiliki kemampuan untuk mengaplikasikan ilmu tersebut di kehidupan sosial.

Regulasi terkait

Demikian pentingnya proses belajar bagi pemerintah, sehingga ada Undang-Undang tersendiri mengenai Penilaian Hasil Belajar. Yaitu,
Sedangkan peraturan setingkat menteri adalah Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2018. Fokus Permendikbud tersebut ada 2 (dua), yaitu Penilaian Hasil Belajar oleh Satuan Pendidikan dan Penilaian Hasil Belajar oleh Pemerintah.

Coba platform edubox atau ke edubox.id

Referensi:
http://fatkhan.web.id/pengertian-penilaian-hasil-belajar/

Beli Edubox Bisa Pakai Dana BOS di SIPLah

Beberapa waktu yang lalu, kami telah mengulas bahwasanya Bantuan Operasional Sekolah (BOS) bisa digunakan untuk memperoleh Edubox. Kini, Edubox bisa dibeperoleh di SIPLah.

Bagi yang belum mengetahui, BOS adalah bantuan pendidikan berbentuk dana yang diberikan kepada sekolah dan madrasah untuk kepentingan nonpersonalia. Dana BOS diberikan berdasarkan jumlah siswa yang dimiliki sebuah sekolah. Saat ini, dana BOS terbagi menjadi dua, yaitu BOS yang berasal dari pemerintah pusat dan dana BOS yang berasal dari pemerintah daerah.

Informasi mengenai dana BOS, bisa dilihat di portal BOS milik kementerian pendidikan dan kebudayaan di bos.kemdikbud.go.id. Di landing page-nya, ada panduan mengenai tata cara penggunaan dana BOS serta item-item apa saja yang dilarang untuk dibelanjakan dengan dana BOS. Bila diperhatikan dengan seksama, maka di sisi kanan bawah halaman terdapat pranala (link) untuk menuju SIPLah (Sistem Informasi Pengadaan Sekolah).

Kini, dengan dana BOS, produk Edubox bisa dibeli di SIPLah. Sistem elektronik tersebut dapat digunakan sekolah untuk melaksanakan proses PBJ (Pengadaaan Barang/Jasa) secara online yang dananya bersumber dari dana BOS.

Tinggal klik link/button berikut ini, maka Anda sudah dapat mengakses halaman pembelian Edubox di portal SIPLah.
https://siplah.blanja.com/product/router-wifi-extender/127939-edubox-smart-router

Para pelaksana PBJ di Sekolah terdiri dari dua pihak, yaitu Kepala Sekolah (Kepsek) dan Bendahara BOS. Berikut adalah deskripsi pekerjaan masing-masing:

Kepsek

  • Menetapkan tim pembantu PBJ Sekolah
  • Menetapkan spesifikasi teknis (mengacu RKAS)
  • Membuat harga perkiraan untuk PBJ Sekolah
  • Melakukan negosiasi teknis
  • Memilih dan menetapkan Penyedia
  • Mengadakan kontrak/perjanjian
  • Melaksanakan pembelian langsung
  • Menyetujui/menolak permohonan pengalihan kewenangan

Bendahara BOS

  • Melaksanakan pembelian langsung
  • Melaksanakan serah terima hasil pengadaan
  • Melakukan pembayaran kepada Penyedia; dan
  • Mengalihkan dengan persetujuan KepSek baik seluruh maupun sebagian kewenangan

NB: Tenaga Administrasi & Guru boleh menerima sebagian/seluruh kewenangan yang dilimpahkan dari bendahara Dana Bos.

Sementara itu, tujuan PBJ Sekolah adalah transparan, efektif dan efisien, terbuka, adil, akuntabel dan bersaing.

Bisa dipastikan, sekolah akan mendapat harga terbaik, dari pengadaan yang bersifat semakin transparan disertai dengan keterbukaan pada kompetisi pasar. Sehingga peluang usaha juga lebih banyak.