Masalah Jaringan Komputer di Sekolah

Di artikel yang lalu, kami sudah berbagi mengenai karakteristik jaringan komputer. Khususnya tipe arsitektur jaringan yang cocok untuk diimplementasikan di sekolah. Selain karakteristik, ada beberapa manfaat keberadaan dari menghubungkan antar komputer sekaligus penyediaan komputer peladen (server) sebagai pusat dari rangkaian jaringan tersebut. Kini kita akan berfokus pada masalah jaringan komputer sekolah.

Kita sudah menyadari bahwasanya komputer berjejaring di sekolah sudah sedemikian penting. Bila tidak dikoneksikan satu sama lain, maka salah satu masalah jaringan komputer sekolah yang terjadi adalah kesulitan pemindahan data maupun habisnya waktu untuk saling menunggu data yang dikehendaki. Hal-hal demikian terjadi karena penyimpanan data data laporan sekolah dilakukan di notebook/laptop secara perorangan. Bila tidak dikoneksikan melalui jaringan, maka perpindahan data harus dilakukan secara manual menggunakan flash disc.

Di sisi lain, ada beberapa alasan penggunaan jaringan komputer di sekolah:

  1. Pemakaian Sumber daya secara bersamasama

Ini dikarenakan keterbatasan sumber daya yang tersedia sehingga perlu dilakukan pembagian ( Sharing) dalam pemakaian sumber daya tersebut.

2. Efisiensi penggunaan database dan aplikasi

Berbagai macam aplikasi diintregasikan untuk dijalankan pada berbagai komputer. Data yang dihasilkan dari satu komputer termimal dapat digunakan bersama-sama dengan komputer terminal yang lainnya.

Berikut ini, kami sebutkan dan deskripsikan beberapa masalah jaringan komputer sekolah:

  1. Koneksi lambat

Adanya permasalahan koneksi lambat bisa disebabkan oleh banyaknya PC yang di-sharing. Solusi lainnya adalah dengan menambah kecepatan koneksi internet.

2. Tidak bisa berbagi data

Penyebabnya bisa karena sharing pada komputer masih dalam mode disable, sehingga harus diaktifkan dulu dengan membuka Network > Internet Access pada bagian kanan bawah dekstop. Klik kanan pada gambar network, lalu klik Open Network and Sharing Center. Pilih mode turn on file and printer sharing > Save Changes.

3. Komputer mengalami hang

Masalah hang pada komputer juga sering terjadi. Untuk menyelesaikannya Anda hanya perlu menyalakan kembali komputer Anda. Penyebab dari masalah ini karena IP yang Anda gunakan sama dengan IP komputer lainnya, sehingga Anda harus menggantinya dengan IP yang berbeda.

4. Kabel jaringan gagal berfungsi

Masalah ini umum ditemui akibat putusnya kabel jaringan yang bisa mempengaruhi kinerja sebuah komputer dalam jaringan. Putusnya kabel antar switch (uplink cable) sehingga berdampak pada masalah jaringan pada satu blok gedung. Ada juga kegagalan backbone cable sehingga berdampak pada sebagian besar komputer dalam jaringan LAN.

5. Network connection yang bermasalah

Masalah yang terdapat pada Network Connection terletak pada nomor IP, gateway, dan lainnya yang blank. Bisa juga status jaringan tersambung dan masih bisa mengakses data jaringan via IPX/SPX/NetBIOS, tapi nomor IP tidak ada yang membuat akses internet mati.

Dalam membangun, mengoperasikan, dan merawat (to maintain) jaringan komputer di sekolah, sebaiknya kita tidak bergantung pada satu merk komputer atau vendor tertentu. Dengan demikian, kita dapat memiliki dan menjalankan jaringan komputer yang berhubungan dan berkesinambungan.

Apabila sudah tersedia jaringan komputer yang memadai di sekolah, maka tinggal menginstal aplikasi Edubox saja. Harga sangat terjangkau. Hanya Rp8juta saja. Tenang, bila tidak melanjutkan mekanisme berlangganan, maka aplikasi tersebut tetap dapat dipakai (meski tidak mendapat update terbaru). Untuk diketahui, biaya keberlanjutan berlangganan hanya Rp5juta saja.

Namun, apabila jaringan komputer di sekolah masih belum memadai, maka silakan gunakan hardware+software Edubox yang hanya berharga Rp3.5juta saja. Namun, penggunaannya terbatas untuk 30-an siswa dalam sekali proses belajar atau ujian.

Referensi:

  • Yusuf Irawan, Abdillah Baraja. 2012. Analisis dan Perancangan Jaringan Komputer Sekolah Dasar Islam Sains dan Teknologi Ibnu Qoyyim. Program Studi Teknik Informatika, Universitas Surakarta.

https://www.baktikominfo.id/en/informasi/pengetahuan/masalah-masalah_yang_biasa_terjadi_dalam_jaringan_komputer_solusinya-674

Karakteristik Jaringan Komputer Sekolah

Saat ini teknologi informasi berkembang pesat mengikuti perkembangan zaman termasuk komputer. Mengingat juga pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sangat mendesak untuk diimplementasikan sejak dini. Tulisan kali ini akan membahasa jaringan komputer sekolah.

Umumnya dalam sebuah lab komputer, beberapa komputer terdiri dari 1 buah atau lebih server dan terkoneksi internet dalam satu jaringan komputer Local Area Network (LAN).


Internet adalah jaringan komputer terbesar yang pernah dibuat oleh manusia. Internet menghubungkan jutaan perangkat komputasi termasuk PC, Laptop, Workstation, Server, Smartphone, tablet, TV, Webcam, CCTV dan masih banyak lagi.  Internet terbuka untuk semua orang. Karena siapa saja bisa terhubung ke internet, internet juga dianggap sebagai jaringan yang paling tidak aman.

Tentu yang kami tuliskan di sini tidak harus diimplementasikan sama persis. Sebab hal ini bergantung kembali ke tata letak (layout) ruang-ruang kelas, dan jumlah siswa di masing-masing kelas tersebut.

Berikut adalah beberapa keuntungan yang didapat oleh sekolah pasca sukses mengimplementasikan jaringan komputer:

  • Dapat dengan mudah melakukan pertukaran data atau berbagi sumber daya.
  • Membantu memberikan akses informasi secara cepat dan real time serta up to date.
  • Dengan jaringan komputer dapat mempermudah pekerjaan menjadi lebih cepat.
  • Dapat sharing resource (data, program, peripheral komputer).
  • Dapat menjaga keamanan data lebih terjamin (karena hak akses dapat dibagi-bagi sesuai kepentingan masing-masing pejabat sekolah).
  • Memungkinkan kelompok kerja berkomunikasi lebih efisien.
  • Memungkinkan penyampaian lebih terpadu.
  • Memungkinkan manajemen sumber daya lebih efisien.
  • Database maupun konten dapat dikumpulkan, disusun dan dikelola berdasar mata pelajaran.

LAN

Jaringan komputer yang cocok untuk sekolah adalah LAN. Local Area Network (LAN) adalah sebuah jaringan komputer yang hanya mencakup wilayah kecil, seperti sekolah. Jarak jangkauan LAN memiliki jangkauan sekitar 2 KM saja. Jaringan LAN biasanya terdiri dari komputer, printer dan perangkat lainnya.

Selain beroperasi dalam ruang terbatas di sekolah, LAN sekolah juga biasanya dimiliki, dikendalikan, dan dikelola oleh satu orang (yaitu IT administrator di sekolah) atau sebuah tim IT sekolah. Mereka cenderung menggunakan teknologi konektivitas tertentu, terutama Ethernet dan Token Ring.

Ethernet adalah protokol LAN yang memungkinkan setiap PC “berlomba” untuk mengakses network. Sekarang Ethernet menjadi protokol LAN yang paling populer karena relatif murah dan mudah di-install serta ditangani.

LAN menjadi populer karena memungkinkan banyak pengguna untuk memakai sumber daya secara bersama-sama. Contoh dari sumber daya yang dapat digunakan itu misalnya suatu file server, printer dan sebagainya.

Ada juga LAN yang menggunakan teknologi jaringan wireless dengan Wi-Fi dan dikenal dengan nama Wireless Local Area Network (WLAN). Hotspot adalah istilah lain dari WLAN. Sementara itu, teknologi yang biasa dipakai untuk WLAN adalah teknologi 802.11b (Wi-fi).

Dengan menggunakan teknologi frekuensi radio, WLAN dapat bertukar data dengan perantaraan udara, menembus dinding pembatas, dan beberapa struktur beton tanpa bantuan kabel. WLAN mampu menyediakan kemampuan seperti jaringan kabel pada umumnya tanpa ada batasan seperti jaringan berkabel. Hal ini menjanjikan kebebasan dan keleluasaan dalam jaringan. seperti di laboratorium, ruang kelas, kantin, dsb.

Jaringan Terpusat

Jaringan terpusat adalah jaringan yang terdiri dari komputer client dan komputer server. Komputer client bertugas sebagai perantara dalam mengakses sumber informasi atau data yang berasal dari komputer server.

Jaringan Client-Server

Jaringan client server terdiri dari satu atau lebih komputer server dan client. Biasanya sistem jaringan ini terdiri dari satu komputer server dan beberapa komputer client. Komputer server bertugas menyediakan seumber daya data dan komputer client hanya dapat menerima dan menggunakan sumber daya tersebut.

Jenis Jaringan Komputer Berdasarkan Media Transmisi Data

Jaringan berkabel (Wired Network)

Media transmisi data yang digunakan dalam jaringan komputer menggunakan kabel yang digunakan untuk menghubungkan satu komputer dengan komputer lain untuk dapat bertukar informasi data atau terhubung ke internet. Bila sudah memiliki jaringan berkabel (wired network) seperti ini, maka tinggal melakukan instalasi software (perangkat lunak) Edubox.

Jaringan Nirkabel (Wireless Network)

Jaringan Nirkabel menggunakan gelombang elektromagnetik untuk mengirimkan sinyal informsi atau data antar komputer satu dengan komputer lainnya. Salah satu media transmisi nirkabel adalah Wireless Adapter. Edubox yang terdiri dari mini server + router + software menggunakan konsep ini.

Jaringan-jaringan tersebut tentu harus dipelihara secara rutin. Apalagi per beberapa waktu (biasanya 3 tahun), segala fasilitas tersebut perlu dimutakhirkan alias diperbaharui. Belum termasuk pemeliharaan terhadap perangkat sumber listrik maupun AC-nya.

Apabila sudah tersedia jaringan komputer yang memadai di sekolah, maka tinggal menginstal aplikasi Edubox saja. Harga sangat terjangkau. Hanya Rp8juta saja. Tenang, bila tidak melanjutkan mekanisme berlangganan, maka aplikasi tersebut tetap dapat dipakai (meski tidak mendapat update terbaru). Untuk diketahui, biaya keberlanjutan berlangganan hanya Rp5juta saja.

Namun, apabila jaringan komputer di sekolah masih belum memadai, maka silakan gunakan hardware+software Edubox yang hanya berharga Rp3.5juta saja. Namun, penggunaannya terbatas untuk 30-an siswa dalam sekali proses belajar atau ujian.

Sekian Informasi mengenai Cara Membangun jaringan LAN untuk lab sekolah.

Referensi:

Sebaiknya dari mana dana untuk memperoleh (membeli) edubox?

Di akhir tahun 2019 ini, adalah waktu yang tepat untuk melaksanakan penganggaran (budgeting), yang di antaranya meliputi hal-hal apa saja yang mau dibelanjakan, berapa jumlah unitnya, berapa harga satuannya, dan seterusnya. Di mana, anggaran-anggaran tersebut akan dieksekusi pada tahun 2020. BOS, atau Biaya Operasional Sekolah adalah salah satu sumber pendanaan tersebut.

Pelaksanaan ujian secara online, baik melalui perangkat android, laptop, ataupun laboratorium komputer (labkom) adalah salah satu aktifitas sekolah yang harus direncanakan secara matang dengan anggaran yang harus dialokasikan. Sebagaimana kita sudah tahu, perangkat dan aplikasi Edubox adalah ujian online.

Pungutan Pendidikan adalah penarikan uang oleh Sekolah kepada peserta didik, orangtua/walinya yang bersifat wajib, mengikat, serta jumlah dan jangka waktu pemungutannya ditentukan. Nah, ini adalah pilihan terakhir yang dapat digunakan oleh sekolah untuk dapat memperoleh Edubox.

Partisipasi dari masyarakat, terutama orang tua siswa (ortusis) telah dibuatkan peraturannya yang tercakup dalam:

  • Peraturan Pemerintah (PP) Nomor: 48 Tahun 2008 tentang Pendanaan Pendidikan.
  • Peraturan Menteri (PerMen) Pendidikan dan Kebudayaan Nomor: 75 Tahun 2016 tentang Komite Sekolah.

Kapan suatu Pungutan Pendidikan disebut sah dan tidak sah?

Pungutan disebut sah jika memiliki dasar hukum yang sah sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, dan dipungut oleh orang/petugas yang memiliki kewenangan untuk memungut. Dan disebut tidak sah jika pungutan tidak memiliki dasar hukum yang sah sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, dan/atau dipungut oleh orang/petugas yang tidak memiliki kewenangan untuk memungut.

Pasal 52 Peraturan Pemerintah (PP) Nomor: 48 Tahun 2008 tentang Pendanaan Pendidikan menegaskan bahwa Pungutan oleh satuan pendidikan wajib memenuhi ketentuan sebagai berikut:

  1. Didasarkan pada perencanaan investasi dan/atau operasi yang jelas dan dituangkan dalam rencana strategis, rencana kerja tahunan, serta anggaran tahunan yang mengacu pada Standar Nasional Pendidikan.
  2. Perencanaan investasi dan/atau operasi diumumkan secara transparan kepada pemangku kepentingan satuan pendidikan.
  3. Dana yang diperoleh disimpan dalam rekening atas nama satuan pendidikan.
  4. Tidak dipungut dari peserta didik atau orang tua/walinya yang tidak mampu secara ekonomis.
  5. Digunakan sesuai dengan dan tidak dikaitkan dengan persyaratan akademik untuk penerimaan peserta didik, penilaian hasil belajar peserta didik, dan/atau kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan.
  6. Sekurang-kurangnya 20% (dua puluh persen) dari total dana pungutan peserta didik atau orang tua/walinya digunakan untuk peningkatan mutu pendidikan.
  7. Tidak dialokasikan baik secara langsung maupun tidak langsung untuk kesejahteraan anggota komite sekolah/madrasah atau lembaga representasi pemangku kepentingan satuan pendidikan.
  8. Pengumpulan, penyimpanan, dan penggunaan dana diaudit oleh akuntan publik dan dilaporkan kepada Menteri, apabila jumlahnya lebih dari jumlah tertentu yang ditetapkan oleh Menteri.

Biaya Operasional Sekolah (BOS)

  • Penggunaan BOS Reguler di Sekolah harus didasarkan pada kesepakatan dan keputusan bersama antara tim BOS Reguler kepala Sekolah, guru, dan Komite Sekolah.
  • Dana BOS Reguler yang diterima Sekolah tiap triwulan atau semester dapat direncanakan untuk digunakan membiayai kegiatan lain pada triwulan atau semester berikutnya.
  • Penggunaan BOS Reguler diprioritaskan untuk kegiatan operasional Sekolah nonpersonalia.

Beberapa permasalahan yang sering muncul dalam pelaksanaan pembelanjaan dana BOS (Biaya Operasional Sekolah) antara lain adalah, tidak terencananya kegiatan pembelanjaan dana dengan baik, sehingga kegiatan pembiayaan yang dilaksanakan asal-asalan dan tidak melalui kajian perencanaan yang matang.

Larangan Penggunaan Dana BOS

biaya operasional sekolah

Sumber:

Fitur EduEye pada Edubox

Biasanya selama ini hanya dari pihak sekolah (alias guru), kini orang tua juga dapat memonitor aktifitas belajar si anak selama berada di sekolah. Dengan demikian, ada dua pihak yang memantau kegiatan belajar siswa tersebut. Dengan demikian, aplikasi mobile ini memfasilitasi orang tua jaman now untuk dapat lebih terlibat sebagai orang tua siswa. Tidak hanya perkembangan pendidikan yang dipantau, namun juga keberadaan fisik dari anak sekolah yang bersangkutan. Aplikasi digital ini adalah aplikasi EduEye.

Namun demikian, putra-putri kita di sekolah tidak perlu merasa takut, khawatir karena diawasi sedemikian rupa. Kita sebagai orang tua di rumah, dan para guru di sekolah cukup memberi tahu dan menyampaikan pengertian yang tepat agar tidak terjadi kesalahpahaman. Mengingat, pembangunan dan pengembangan kepercayaan (trust) harus terus dijaga dan dilakukan oleh para orang tua.

Aplikasi EduEye

Edueye adalah Aplikasi untuk orangtua siswa agar bisa mengetahui kehadiran siswa per-hari nya, lalu orangtua bisa mengetahui nilai ujian siswa tersebut , aplikasi ini juga menyediakan fitur untuk pengumuman , agar orang tua siswa bisa mengetahui pengumuman dari sekolah.

Tau gak sih.. dengan aplikasi edueye ini orang tua siswa bisa mengetahui kehadiran putra-putri setiap hari nya secara real time saat masuk sekolah dan saat pulang sekolah, ditambah lagi orang tua bisa langsung mengetahui setiap nilai putra-putrinya setelah selesai ujian 👍 Karena aplikasi ini tersambung dengan aplikasi Edubox. Sebagaimana kita telah ketahui bersama, Aplikasi Edubox telah membantu pemerintah kota Bandung dalam menghemat ujian hingga mencapai Rp11Milyar.

Aplikasi ini memungkinkan orangtua untuk memonitoring putra-putrinya disekolah serta membantu sekolah melakukan evaluasi untuk disampaikan ke orang tua.

Fitur Absensi

Dengan fitur absensi ini, kini orang tua dapat melihat waktu kedatangan dan waktu pulang putra-putrinya secara real time, kapanpun dan dimanapun.

Fitur Nilai

Orang tua dapat melihat nilai hasil ujian putra-putrinya dengan cepat dimanapun dan kapanpun sesaat setelah putra-putri tersebut menyelesaikan ujian .

Fitur Pengumuman

Memudahkan sekolah untuk menyampaikan pengumuman atau hasil evaluasi siswa kepada orang tua sehingga orang tua dapat mengetahui informasi tersebut dengan cepat, lebih jelas dan lengkap.

Para orang tua siswa, silakan langsung saja ke Google Play atau App Store yaa untuk mengunduh aplikasi EduEye tersebut.

Terima kasih… 😀 😀 😀

Klasifikasi Ujian Online dan Aplikasi Edubox

Bingung dengan apa itu ujian online? Klasifikasi berikut ini akan membuat Anda lebih paham tentang ujian online itu sendiri.

Ujian.

Dahulu, semua ujian adalah ujian luar jaringan (luring), alias offline. Kini sudah ada ujian dalam jaringan (daring), yang lebih dikenal dengan ujian online.

Ujian Offline

Dengan adanya istilah ujian online, dapat kita klasifikan dan simpulkan bahwa ujian yang tidak melalui jaringan sama sekali, adalah termasuk ujian offline.

Kelemahan Ujian Offline

Berikut ini adalah beberapa kelemahan ujian offline. Di antaranya adalah memboroskan kertas, ujian tersebut juga membutuhkan proses yang banyak (mulai dari membuat soal, mengetik soal, membuat kunci jawaban, memeriksa jawaban, hingga mengumumkan/membagikan hasilnya kepada para siswa), dan juga menghabiskan waktu yang banyak sekali.

Ujian Online.

Ada dua macam ujian online. Ada yang full online, ada pula yang separuh (semi) online.

  • Full online. Pelaksanaan ujian sepenuhnya dilaksanakan secara online. Mulai dari mengadakan koneksi dengan server penyedia ujian, hingga pengumpulan jawaban oleh para siswa. Dalam pelaksanaannya, server ujian harus mampu melayani seluruh peserta ujian terus-menerus tanpa gangguan “gak bisa konek” sedikit pun.
  • Semi online. Namanya separuh online berarti tetap membutuhkan internet ya. Mekanisme yang digunakan adalah mekanisme intranet yang ditambahkan dengan komputer server berkapasitas kecil. Tipe ini bisa digunakan di kelas, maupun di laboratorium komputer (labkom). Edubox adalah terobosan baru ujian berbasis komputer. Ada dua tipe Edubox, yaitu Smart Router dan Mini Server.
    • Smart Router. Adalah produk Edubox untuk di dalam kelas.
    • Mini Server. Adalah produk Edubox untuk di labkom.

perangkat ujian online

Berikut ini adalah beberapa perangkat yang digunakan dalam pelaksanaan ujian daring.

  • Hardware+Mikrotik+Edubox
  • Jaringan Wi-Fi + LAN (Local Area Network)
  • Software/Aplikasi Edubox. Berikut ini adalah cara penggunaan aplikasi edubox. Ujian diketik di aplikasi Microsoft (ms) Word. Selanjutnya adalah melakukan export/upload ke aplikasi edubox. Selain dengan export/upload, bisa pula dilakukan copy lalu paste.

aplikasi edubox

Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya, Aplikasi Edubox mudah sekali digunakan. Karena para guru atau tim administrasi sekolah hanya perlu menggunakan aplikasi edubox dan Microsoft Word.

Menguji Kesiapan UNBK



Berbicara mengenai test, ada beberapa jenis test yang harus dilakukan sebagai persiapan guna memastikan kelancaran ujian berbasis komputer (computer-based test):

  • Test perangkat (device) yang akan digunakan oleh siswa; apakah device tersebut benar bisa mengakses dan menggunakan aplikasi edubox. barangkali ada kegagalan akses oleh device milik siswa yang disebabkan oleh sistem operasi Windows, atau aplikasi penunjangnya kurang update.
  • Test jumlah user. Misal jumlah user yang akan menggunakan edubox secara bersamaan, maka harus disimulasikan sebelum hari-h ujian apakah aplikasi edubox mampu melayani keseluruhan peserta tersebut secara bersamaan. Apabila sekali pelaksanaan ujian melibatkan 30 siswa, maka 30 siswa tersebut harus mencoba secara bersama-sama hingga berhasil. Bila kapasitas edubox dan jaringannya hanya 20 siswa, sementara peserta ujian ada 30 siswa, maka pasti ada siswa yang tidak terlayani dengan baik.
  • Test kemampuan loading. Test ini maksudnya mengukur seberapa cepat loading bisa dilakukan oleh device (laptop/smartphone/tablet) milik client. test ini bisa dilakukan bersamaan dengan. test jumlah user.
  • Test jaringan. Yang diperiksa adalah kualitas, kecepatan, dan kestabilan pengiriman dan penerimaan data. Jaringan dengan kabel LAN tentu lebih stabil daripada jaringan dengan wireless (tanpa kabel). Jaringan dengan klien/user lebih sedikit tentu pengirman datanya akan lebih cepat. Misalnya sekali ujian dengan 5 siswa, tentu kecepatannya akan berbeda dengan ujian bersama 30 siswa sekaligus.

Demikian penting melaksanakan beberapa jenis test di atas. Sehingga sebaiknya siswa tidak langsung hadir ke ujian tanpa melalui test-test tersebut lebih dahulu.



aplikasi ujian online berbasis android

Artikel kali ini akan membahas sebuah aplikasi ujian online berbasis android yang dapat digunakan oleh sekolah guna melaksanakan ujian secara daring (dalam jaringan).

Sebagaimana kita ketahui dan rasakan bersama, kini android dari Google dan iOS dari Apple banyak sekali membantu kehidupan kita sehari-hari. Tidak kurang dari belasan mobile application (biasa disingkat mobile app) diinstal di HP kita.

Mulai dari aplikasi chatting (seperti whatsapp), email, media social (instagram, facebook, twitter), pesan tiket (traveloka, tiket.com), e-commerce (tokopedia, bukalapak, shopee) dan banyak lagi jenis-jenis lainnya.

Demikian pula untuk profesi-profesi tertentu seperti guru dan murid. Di saat ada aplikasi ujian sekolah berbasis komputer, maka versi yang sama juga dikembangkan untuk mobile app.

Terima kasih kepada Pinisi, sebuah start-up di Kota Bandung yang mendedikasikan waktu, perhatian, pikiran, dan sumber daya lainnya untuk mempercepat sekaligus mempermudah aktifitas-aktifitas guru dan murid. Khususnya terkait pelaksanaan ujian.

Dengan aplikasi ujian online berbasis android ini, maka para siswa dapat mengerjakan ujian dengan mudah di smartphone masing-masing. Hanya dengan menggunakan mobile browser, siswa dapat membaca dan menjawab soal secara langsung di sana. Baik pertanyaan-pertanyaan pilihan ganda, maupun essay.

Pinisi juga peduli dengan pengalaman pengguna (user experience; UX) yang lebih spesifik, yaitu siswa dan guru. Telah disebutkan di atas bagaimana siswa dengan mudahnya mengerjakan soal. Sementara itu, para guru pun tidak akan kesulitan dalam membuat dan mengunggah (upload) soal.

Karena guru akan membuat soal di file Microsoft Word, sesuai dengan cetakan (template) yang disediakan oleh Pinisi, lalu mengunggahnya ke dalam sistem Edubox.

Nah, Edubox. Ini dia aplikasi ujian online berbasis android yang telah disebutkan berkali-kali semenjak awal artikel ini.

Edubox sesungguhnya bukan perangkat lunak (software) saja, melainkan juga terintegrasi ke dalam suatu perangkat keras (hardware).

Berikut adalah beberapa keunggulan Edubox:

  • Hardware dan WiFi (wireless fidelity) yang kompatibel untuk satu kelas (35 siswa)
  • Dapat melaksanakan latihan UNBK kapan saja
  • Tidak memerlukan koneksi internet saat ujian
  • Alat yang simple dan ringkas
  • Manajemen ujian via komputasi awan (cloud computing)

Dapat Melaksanakan Latihan UNBK Kapan Saja

Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) menggunakan jaringan komputer jenis tertentu. Lebih lanjut, konfigurasinya tidak memungkinkan digunakan oleh sekolah untuk kebutuhan pengajaran sehari-hari maupun tatkala ujian.

Bisa dikatakan, perangkat-perangkat UNBK hanya sekali digunakan setiap tahunnya. Tidak terkecuali dengan Laboratorium UNBK. Yang mana, beberapa sekolah memang sudah memiliki laboratorium khusus UNBK tersebut.

Namun demikian, baik laboratorium UNBK, atau laboratorium komputer yang biasa, dapat menerima manfaat lebih dari keberadaan Edubox. Terutama melalui Edubox Mini Server.

Dengan sistem aplikasi yang persis sama dengan “saudara”-nya, yaitu Edubox Smart Router. Namun konfigurasi dan peruntukan jaringan yang berbeda.

Sebagai Mini Server, Edubox berperan sebagai komputer peladen (computing server) yang melayani dan meladeni setiap unit komputer yang menjadi klien di dalam ruang lab komputer atau lab UNBK.

Tidak Memerlukan Koneksi Internet Saat Ujian

Pada saat ujian sedang berlangsung, baik siswa maupun guru tidak membutuhkan internet. Para siswa, melalui smartphone, tablet, atau laptop masing-masing sudah terkoneksi dengan Edubox yang dikelola oleh sang guru. Koneksi jaringan komputer di antara mereka semua sudah terwujud dalam sifat intranet.

Analog dengan internet, namun dalam lingkup terbatas saja. Yakni guru selaku pemberi ujian (melalui Edubox) dan gawai-gawai (devices) yang digunakan oleh para siswa (laptop/tablet/smartphone).

Internet hanya dibutuhkan sebelum ujian dilaksanakan dan setelah ujian selesai dilaksanakan saja. Sebelum ujian dilaksanakan: guna mengunduh (download) soal-soal dari peladen awan (cloud server) menuju Edubox. Pasca ujian: untuk mengunggah jawaban-jawaban masing-masing siswa dari Edubox menuju peladen awan.

Manajemen ujian via komputasi awan

Sekolah maupun guru, tidak perlu repot lagi menyediakan komputer peladen (computing server) sebagai komputer pusat sekaligus pengelola berbagai konten ujian maupun data-data terkait. Sebab, Pinisi sudah menyediakan layanan komputasi awan yang akan memudahkan manajemen soal-soal dan hasil-hasil ujian yang telah dan akan dilaksanakan oleh pihak sekolah.

Edubox, aplikasi ujian sekolah berbasis komputer

Artikel kali ini akan membahas sebuah aplikasi ujian sekolah berbasis komputer yang dapat digunakan oleh sekolah guna melaksanakan ujian secara daring (dalam jaringan).

Terima kasih kepada Pinisi, sebuah start-up di Kota Bandung yang mendedikasikan waktu, perhatian, pikiran, dan sumber daya lainnya untuk mempercepat sekaligus mempermudah aktifitas-aktifitas guru dan murid. Khususnya terkait pelaksanaan ujian.

Dengan aplikasi ujian sekolah berbasis komputer ini, maka para siswa dapat mengerjakan ujian dengan mudah di smartphone masing-masing. Hanya dengan menggunakan mobile browser, siswa dapat membaca dan menjawab soal secara langsung di sana. Baik pertanyaan-pertanyaan pilihan ganda, maupun essay.

Pinisi juga peduli dengan pengalaman pengguna (user experience; UX) yang lebih spesifik, yaitu siswa dan guru. Telah disebutkan di atas bagaimana siswa dengan mudahnya mengerjakan soal. Sementara itu, para guru pun tidak akan kesulitan dalam membuat dan mengunggah (upload) soal.

Karena guru akan membuat soal di file Microsoft Word, sesuai dengan cetakan (template) yang disediakan oleh Pinisi, lalu mengunggahnya ke dalam sistem Edubox.

Nah, Edubox. Ini dia aplikasi ujian sekolah berbasis komputer yang telah disebutkan berkali-kali semenjak awal artikel ini.

Edubox sesungguhnya bukan perangkat lunak (software) saja, melainkan juga terintegrasi ke dalam suatu perangkat keras (hardware).

Berikut adalah beberapa keunggulan Edubox:

  • Hardware dan WiFi (wireless fidelity) yang kompatibel untuk satu kelas (35 siswa)
  • Dapat melaksanakan latihan UNBK kapan saja
  • Tidak memerlukan koneksi internet saat ujian
  • Alat yang simple dan ringkas
  • Manajemen ujian via komputasi awan (cloud computing)

Dapat Melaksanakan Latihan UNBK Kapan Saja

Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) menggunakan jaringan komputer jenis tertentu. Lebih lanjut, konfigurasinya tidak memungkinkan digunakan oleh sekolah untuk kebutuhan pengajaran sehari-hari maupun tatkala ujian.

Bisa dikatakan, perangkat-perangkat UNBK hanya sekali digunakan setiap tahunnya. Tidak terkecuali dengan Laboratorium UNBK. Yang mana, beberapa sekolah memang sudah memiliki laboratorium khusus UNBK tersebut.

Namun demikian, baik laboratorium UNBK, atau laboratorium komputer yang biasa, dapat menerima manfaat lebih dari keberadaan Edubox. Terutama melalui Edubox Mini Server.

Dengan sistem aplikasi yang persis sama dengan “saudara”-nya, yaitu Edubox Smart Router. Namun konfigurasi dan peruntukan jaringan yang berbeda.

Sebagai Mini Server, Edubox berperan sebagai komputer peladen (computing server) yang melayani dan meladeni setiap unit komputer yang menjadi klien di dalam ruang lab komputer atau lab UNBK.

Tidak Memerlukan Koneksi Internet Saat Ujian

Pada saat ujian sedang berlangsung, baik siswa maupun guru tidak membutuhkan internet. Para siswa, melalui smartphone, tablet, atau laptop masing-masing sudah terkoneksi dengan Edubox yang dikelola oleh sang guru. Koneksi jaringan komputer di antara mereka semua sudah terwujud dalam sifat intranet.

Analog dengan internet, namun dalam lingkup terbatas saja. Yakni guru selaku pemberi ujian (melalui Edubox) dan gawai-gawai (devices) yang digunakan oleh para siswa (laptop/tablet/smartphone).

Internet hanya dibutuhkan sebelum ujian dilaksanakan dan setelah ujian selesai dilaksanakan saja. Sebelum ujian dilaksanakan: guna mengunduh (download) soal-soal dari peladen awan (cloud server) menuju Edubox. Pasca ujian: untuk mengunggah jawaban-jawaban masing-masing siswa dari Edubox menuju peladen awan.

Manajemen ujian via komputasi awan

Sekolah maupun guru, tidak perlu repot lagi menyediakan komputer peladen (computing server) sebagai komputer pusat sekaligus pengelola berbagai konten ujian maupun data-data terkait. Sebab, Pinisi sudah menyediakan layanan komputasi awan yang akan memudahkan manajemen soal-soal dan hasil-hasil ujian yang telah dan akan dilaksanakan oleh pihak sekolah.



Setting Mikrotik Untuk Ujian

Tidak perlu repot lagi melakukan setting mikrotik untuk ujian. Pinisi Edubox berisi router dan software untuk pelaksanaan ujian di sekolah secara digital.

Dengan Pinisi Edubox, sekolah anda tidak perlu lagi melakukan setting mikrotik untuk ujian.

Karena konfigurasi jaringan Edubox sudah sedemikian mudah. Apalagi kini, Edubox juga sudah terkoneksi dengan komputasi awan (cloud computing). Yakni suatu jenis komputasi yang memudahkan kita sebagai pengguna, karena tidak direpotkan lagi dengan persoalan peladen (server), terutama soal fisik server yang memakan ruang dan membutuhkan penanganan (treatment) tertentu (semisal pendingin udara).

Berikut adalah beberapa langkah menggunakan Edubox, sehingga tidak perlu repot melakukan setting mikrotik untuk ujian lagi:

  • Pertama, guru cukup membuat soal menggunakan Microsoft Word.
  • Kedua, unggah (upload) soal ke Edupress, yakni perangkat lunak yang sudah termasuk di dalam perangkat keras (hardware) Edubox. Membukanya dari laptop, tablet, atau smartphone mudah saja karena hanya membutuhkan peramban (browser).
  • Ketiga, unduh (download) soal-soal yang sudah berada di Edubox tersebut.
  • Keempat, sambungkan perangkat Edubox ke colokan listrik.
  • Kelima, sambungkan laptop guru ke Edubox menggunakan WiFi.
  • Keenam, masuk ke halaman admin guru. Lalu, lakukan log in.
  • Ketujuh, import soal (dalam format SQL yang sudah diunduh) ke edubox. Sekarang, soal sudah siap digunakan untuk ujian.
  • Kedelapan, sambungkan laptop/tablet/smartphone para siswa dengan Edubox menggunakan jaringan WiFi.
  • Kesembilan, buka aplikasi Edubox. Dan siswa bisa langsung mengerjakan soal-soal ujian. Di manapun, kapanpun, tanpa internet.

Ujian menggunakan Edubox berarti: hemat biaya, hemat waktu, dan hemat tenaga. Karena tidak perlu lagi melakukan setting mikrotik untuk ujian.

Beberapa di antara kita mungkin sudah tahu. Bahwasanya, Mikrotik adalah merek dagang (brand) suatu router yang dapat menghubungkan beberapa jaringan (Network). Dalam #jaringan yang lebih kompleks, Router bisa dimasukkan kode-kode yang menjadi panduan untuk memilihkan jalan bagi paket data untuk mencapai komputer tujuan.

Mikrotik Router dapat ditambahkan ke dalam arsitektur / topologi jaringan komputer di sekolah. Sehingga menjadi satu bagian dari keseluruhan jaringan internet yang tersambung dengan Internet Service Provider (ISP).

Bila sekolah anda belum memiliki jaringan yang menghubungkan komputer satu sama lain (termasuk dengan unit-unit di laboratorium komputer), maka WAJIB hukumnya untuk mendesain arsitektur/topologi jaringannya dahulu. Dalam desain ini, yang tidak boleh luput dari perhitungan adalah jumlah ruang kelas yang akan diberikan akses kepada jaringan komputer tersebut.

Demikian artikel kali ini, terima kasih atas perhatiannya.

Baca juga:

Mikrotik Untuk Ujian Online

mikrotik memudahkan kita semua. di sekolah, kita dapat menggunakan mikrotik untuk ujian online.

Dalam artikel ini akan dibahas mikrotik untuk ujian online.

Sesungguhnya, MikroTik adalah sebuah perusahaan kecil yang bermarkas di negara Latvia. Mikrotik difungsikan sebagai sistem operasi (operating system) dan perangkat lunak (software) yang dapat digunakan untuk memberikan peran router (perute) terhadap suatu komputer. Mikrotik sangat baik untuk provider hotspot dan warnet karena kemampuannya dalam mengadministrasi jaringan komputer.

Sekarang ini, Mikrotik telah menjadi primadona dalam pembuatan router dan administrasi dalam jaringan. Disebabkan kemudahan dan kesederhanaan tool yang disediakan membuat mikrotik menjadi pilihan banyak orang, tidak terkecuali oleh tim Pinisi Edubox.

Berikut adalah kemudahan dan kesederhanaan mikrotik:

  • Konfigurasi jaringan internet dapat dilakukan secara terpusat pada mikrotik sehingga memudahkan admin jaringan untuk mengelola jaringan tersebut.
  • Dapat digunakan untuk memblokir situs-situs terlarang yang mengandung konten pornografi dengan menggunakan proxy sehingga tercipta penggunaan internet yang positif.
  • Pengaturan dan Konfigurasi LAN dapat dilakukan dengan hanya mengandalkan PC Mikrotik Router OS dengan spesifikasi perangkat keras yang sangat rendah.

Untuk jaringan nirkabel (Wi-fi) produk Pinisi Edubox menggunakan Ubiquiti Unifi UAP dikombinasikan dengan mikrotik 951Ui 2HnD sebagai router dan tentuk saja Pinisi Edubox sebagai server.

Pada dasarnya dengan konfigurasi jaringan seperti di atas, sekolah sudah dapat melakukan ujian online/ujian berbasis komputer tanpa harus mempunyai lab komputer, bisa menggunakan gadget siswa (laptop, tablet dan smartphone). Konfigurasi tersebut sudah lolos ujicoba tim Pinisi Edubox adalah untuk 125 siswa ujian berbasis komputer/ujian online secara bersamaan.

Untuk sekolah yang punya lab komputer, cukup hubungkan hub/switch lab tersebut ke mikrotik, otomatis aplikasi Pinisi Edubox dapat digunakan.

Dari pengalaman selama ini ada beberapa hal yang mesti diperhatikan untuk penggunaan Wi-Fi untuk akses ujian dalam jaringan:

Mikrotik yang berfungsi sebagai router. Disesuaikan dengan banyaknya user. Untuk user lebih dari 100 sampai 200 orang disarankan menggunakan Mikrotik RB 951 2Hnd. Kenapa mikrotik, karena menurut saya ini cukup familiar untuk kalangan pendidikan.

Demikianlah penggunaan mikrotik untuk ujian online di sekolah-sekolah.

Referensi: