Proktor UNBK

Apa Itu UNBK ? Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) disebut juga Computer-Based Test (CBT) adalah sistem pelaksanaan ujian nasional dengan menggunakan komputer sebagai media ujiannya. Proktor UNBK berperan penting dalam pelaksanaan UNBK.

Rekan-rekan Proktor dan Teknisi UNBK 2020 di manapun berada, semoga tetap semangat dalam melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) Tahun 2020.

Penyelenggaraan UNBK saat ini menggunakan sistem semi-online yaitu soal dikirim dari server pusat secara online melalui jaringan (sinkronisasi) ke server lokal (sekolah), kemudian ujian siswa dilayani oleh server lokal (sekolah) secara offline. Selanjutnya hasil ujian dikirim kembali dari server lokal (sekolah) ke server pusat secara online (upload).

Meskipun UNBK 2020 menjadi UNBK yang terakhir tetapi tidak mengurangi keseriusan dalam perbaikan dan pembenahan dalam sistem UNBK. Sehingga pelaksanaan UNBK 2020 ini menjadi sejarah baru berakhirnya UNBK.

Secara umum  tugas proktor adalah mengopratori server unbk sehingg dapat menyediakan soal – soa tampil di komputer klien. Dan teknisi membantu jika terjadi gangguang teknis seperti komputer mati, jaringan klien tidak terhubung kr server dan lainnya. 

Dokumen administrasi yang menjadi kewajiban dan tanggung jawab proktor UNBK adaah berita acara sinkronisasi, berita acara pelaksanaan ujian dan daftar hadir peserta.

  • Dokumen ini wajib diisi, ditandatangi, dan diserahkan kepada sekolah pelaksana UNBK; di samping itu berita acara sinkronisasi tersebut harus diunggah ke dalam web UNBK.
  • Dokumen berita acara pelaksanaan ujian wajib dicetak dari web UNBK lalu ditandatangani sebanyak rangkap 3 (tiga), terakhir wajib diunggah ke web UNBK.
  • Daftar hadir peserta wajib diunggah ke web UNBK.

Apakah harus menggunakan OS 64 bit

Bebas, bisa menggunakan 32 atau 64 Bit namun jangan lupa setting Xambro jika menggunakan OS 32 Bit

Apa saja OS yang bisa dipakai sebagai computer klien?

Untuk windows, mulai dari XP hingga Windows 10, namun untuk XP harus menginstall net 3.5

Siswa gagal melaksanakan tes

Siswa lapor kepada proktor dan proktor melakukan reset login peserta

Apakah bisa melaksanakan ujian dengan mata pelajaran yang berbeda dalam satu server pada saat bersamaan?

Tiap sesi hanya boleh satu mata pelajaran saja

Cara setting lokasi Chrome

Silahkan klik kanan pada aplikasi chrome dan klik Properties, kopi alamat pada target dan hilangkan tanda kutip dua, di awal dan di akhir, contoh C:\Program Files (x86)\Google\Chrome\Application\chrome.exe

Peran Penting Proktor UNBK

  • Pagi hari sebelum dilaksanakan UNBK Proktor membuka aplikasi CBT Sync di komputer server, (sesuai petunjuk) sambil menunggu status server pusat menjadi aktif.
  • Setelah server pusat aktif (puspendik), maka langkah selanjutnya adalah membagikan Token yang telah dirilis pada aplikasi CBT.
  • Memandu peserta UNBK untuk mengisikan username dan password di komputer.
  • Setelah daftar hadir peserta UNBK selesai diedarkan oleh Pengawas ruang dan telah diisi dengan lengkap, maka Proktor selanjutnya mengisi berita acara di situs UNBK.
  • Mencetak berita acara, meminta tanda tangan pengawas ruang dan penanggung jawab (Kepala Sekolah).
  • Setelah semua dokumen ditandatangi (Proktor, Pengawas, Penanggung Jawab) maka langkah selanjutnya adalah mengunggah hasil scan dokumen tersebut melalui situs resmi UNBK.
  • Tugas insidental dari Proktor adalah mereset komputer peserta UNBK yang mengalami kendala.
  • Mencetak hasil pekerjaan UNBK

Link menarik tentang Merdeka Belajar, sebuah kampanye dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud).

Merdeka Belajar Bersama Edubox

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) kita, Nadiem Makarim, meluncurkan empat pokok kebijakan pendidikan dalam Program Merdeka Belajar. Yang artinya, unit-unit pendidikan yaitu sekolah, guru-guru dan muridnya punya kebebasan, setidaknya dalam dua hal. Yaitu kebebasan untuk berinovasi, serta kebebasan untuk belajar dengan mandiri dan kreatif.

Inovasi di unit pendidikan akan menjadi gerakan yang masif dengan keberadaan Guru Penggerak. Yaitu, guru yang mengutamakan murid dari apa pun, bahkan dari kariernya, mengutamakan murid dan pembelajaran murid. Karena itu mengambil tindakan-tindakan tanpa disuruh, diperintah, untuk melakukan yang terbaik.

Menteri Nadiem sendiri meyakini bahwasanya di setiap unit pendidikan baik di sekolah ataupun universitas paling tidak ada satu orang guru penggerak.

Empat Kebijakan Merdeka Belajar

Supaya tidak terlalu meluas dan kembali ke topik utama, berikut adalah empat kebijakan terkait Merdeka Belajar tersebut:

Pertama, Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN). Pelaksanaan USBN tahun 2020 mendatang akan dikembalikan ke pihak sekolah. Sebagaimana yang tercantum dalam UU Sisdiknas (Sistem Pendidikan Nasional) bahwa peserta didik akan dievaluasi oleh gurunya dan kelulusan ditentukan oleh sekolah.

Pihak sekolah bisa menyelenggarakan ujian kelulusan sekolah sesuai kurikulum yang ada. Nadiem menjelaskan pihak sekolah diberi kebebasan menentukan bentuk dan format ujian kelulusan sendiri seperti portofolio, karya tulis, atau bentuk penugasan lainnya. Bagi sekolah yang belum siap, ia mempersilakan sekolah menggunakan sistem USBN lama.

Sistem aplikasi seperti Edubox dapat membantu sekolah guna melaksanakan ujian secara digital, serta mengkompilasi skor-skor ujian tersebut ke dalam buku raport.

Kedua, Ujian Nasional. Pada tahun 2021 mendatang Nadiem berencana akan mengganti sistem UN yang ada dengan sistem baru, yaitu Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Asesmen ini menekankan pada kemampuan penalaran literasi dan numerik didasarkan pada praktik terbaik tes PISA (Program for International Student Assessment) atau TIMSS (Trend in International Mathematics and Science Study). Seperti apa dan bagaimana asesmen dan survei karakter pengganti UN juga masih belum tergambar secara jelas. Yang jelas, UN 2020 adalah ujian nasional terakhir yang diselenggarakan pemerintah.

Mengapa format UN diubah?

Untuk diketahui, PISA adalah survei internasional tiga tahunan yang diselenggarakan oleh The Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) yang bertujuan untuk mengevaluasi sistem pendidikan di seluruh dunia dengan menguji keterampilan dan pengetahuan siswa berusia 15 tahun yang mendekati akhir dari pendidikan wajib mereka.

Setiap tiga tahun siswa diuji dalam mata pelajaran utama, yakni literasi, matematika dan sains. Standar yang dikeluarkan PISA menjadi salah satu tolak ukur keberhasilan pendidikan yang dipakai oleh berbagai negara. Untuk dapat membandingkan diri dengan negara-negara lain di Indonesia, Kemendikbud menggunakan acuan PISA tersebut.

Kemampuan literasi membaca adalah kemampuan siswa untuk memahami dan merenungkan teks untuk mencapai gagasan baru, bukan sekadar membaca. Sedangkan kemampuan matematika ialah kemampuan siswa untuk merumuskan, menggunakan dan menafsirkan matematika untuk berbagai konteks. Lalu untuk kemampuan sains, ialah kemampuan mengaitkan pengetahuan sains dengan isu yang relevan dalam kehidupan.

Sedangkan The Trends in International Mathematics and Science Study (TIMSS) adalah penilaian internasional untuk pengetahuan matematika dan sains pada siswa kelas 4 dan 8 di seluruh dunia. TIMSS dikembangkan oleh IEA (International Association for Evaluation of Education Achievement) untuk memungkinkan negara-negara yang berpartisipasi untuk membandingkan prestasi pendidikan siswa diseluruh dunia. TIMSS pertama kali dikelola pada tahun 1995 dan dilakukan setiap 4 tahun.

Dasar pengukuran TIMSS matematika dan sains sendiri terdiri dari dua domain, yakni domain isi dan kognitif.

  • Domain isi matematika terdiri dari bilangan, aljabar, geometri, data dan peluang.
  • Sedangkan domain isi sains terdiri atas biologi, kimia, fisika dan ilmu bumi.
  • Untuk domain kognitif, yakni pengetahuan, penerapan dan penalaran.

Berbeda dengan UN yang dilaksanakan di akhir jenjang pendidikan, asesmen ini akan dilaksanakan di kelas 4, 8, dan 11. Hasilnya diharapkan menjadi masukan bagi sekolah untuk memperbaiki proses pembelajaran selanjutnya sebelum peserta didik menyelesaikan pendidikannya.

Ada beberapa alasan mengapa Menteri Pendidikan dan Kebudayaan merasa perlu mengubah sistem UN.

  1. Sistem UN dinilai hanya mengukur kompetensi berpikir tingkat rendah sehingga tidak sejalan dengan tujuan pendidikan, yaitu mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi, selain itu UN dinilai tidak relevan dengan abad 21 dimana inovasi merupakan hal utama.
  2. Kedua, UN dinilai kurang mendorong guru menggunakan menggunakan metode pengajaran yang efektif untuk mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi, karena berpaku kepada hafalan bukan nalar.
  3. Ketiga, UN dinilai kurang optimal sebagai alat untuk memperbaiki mutu pendidikan secara nasional karena hanya dinilai pada akhir jenjang sehingga tidak dapat digunakan sebagai bagan evaluasi untuk membuat siswa lebih berkembang.

Ketiga, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Ke depan, RPP tak lagi berlembar-lembar sebagaimana biasanya. Oleh Nadiem, RPP akan diringkas menjadi satu lembar saja. Ia ingin memangkas administrasi yang selama ini membebani para guru.

Keempat, sistem zonasi PPDB. Sistem zonasi akan tetap diberlakukan. Hanya saja, ia akan menambah kuota jalur prestasi. Kuota yang semula terdiri dari 80 persen zonasi, 5 persen perpindahan, dan 15 persen prestasi, diubah menjadi zonasi 50 persen, afirmasi itu Kartu Indonesia Pintar 15 persen, perpindahan 5 persen, sisanya untuk prestasi 30 persen.

Merdeka Belajar

Kebijakan pertama dan kedua dari empat kebijakan Merdeka Belajar, yang berhubungan dengan ujian sebagai bentuk Penilaian Hasil Belajar, biasanya memberikan beban pekerjaan tersendiri kepada para guru. Di antaranya adalah membuat soal yang memenuhi kriteria kurikulum, (pasca pelaksanaan asesmen) menilai hasil pembelajaran, dan terakhir adalah menghimpun dan mengkompilasi skor-skor tersebut ke dalam satu buku laporan proses Pendidikan yang biasa kita sebut sebagai Buku Raport.

Edubox, baik perangkat keras (hardware) maupun software (aplikasi digital) membantu mempermudah pekerjaan administrasi para guru dengan proses penilaian hasil belajar yang lebih cepat diperoleh karena dilakukan secara digital. Lebih lanjut, Edubox juga membantu proses transfer skor-skor tersebut dari lembar jawaban ujian ke dalam buku raport.

Dua proses tersebut yang digitalisasinya dibantu oleh Edubox telah menghemat waktu dan sumber daya para guru. Sehingga guru bisa lebih fokus pada persiapan bahan ajar, mengajar dan berinteraksi dengan para siswa di kelas, serta membimbing dan melatih para peserta didik.

Empat kebijakan Merdeka Belajar oleh Kemendikbud yang telah disebutkan di atas, pada dasarnya adalah memberikan kesempatan bagi guru untuk terbebas dari belenggu dan kerangkeng metode-metode transfer ilmu kekinian. Dalam bahasa yang lebih sederhana, guru diberikan kesempatan untuk melakukan inovasi, alias Merdeka Belajar. Kami meyakini bahwasanya, mustahil bagi seorang guru untuk berpikir merdeka dan berinovasi sementara mereka dituntut menyelesaikan pekerjaan administrasi yang menguras waktu, tenaga dan pikiran.

Pandangan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).

PGRI memandang dengan implementasi kebijakan Merdeka Belajar ini, maka profesi guru akan lebih independen dalam mengeksplorasi dirinya sebagai pribadi pembelajar – sebelum turut memerdekan para siswa dalam proses belajar itu sendiri. Kebijakan Merdeka Belajar tersebut, merupakan peluang bagi para guru untuk lebih maksimal mengabdi sebagai guru, menjadi lebih kreatif, inovatif, dan menguatkan kolaborasi dalam pengajaran di sekolah. Bentuk nyata kebijakan Merdeka Belajar adalah penyederhanaan berbagai aturan administrasi yang membelenggu guru.

PGRI memandang bahwasanya berbagai kebijakan baru dari Kemendikbud seperti Merdeka Belajar, Guru Penggerak, Kampus Merdeka dimaksudkan sebagai bentuk penyederhanaan birokrasi (termasuk di antaranya adalah administrasi) dalam meningkatkan mutu pendidikan dan memperluas akses.

Administrasi ini, tidak bisa tidak, adalah sesuatu yang wajib ada dalam berbagai proses Pendidikan. Meskipun demikian, keberadaannya tidak boleh menjadi “portal” yang menghalangi proses utama Pendidikan dan pengajaran itu sendiri. Oleh sebab itu, mari kita telaah beberapa jenis administrasi yang ada di unit-unit Pendidikan kita.

Jenis-Jenis Administrasi

Di sisi lain, administrasi berikut kelengkapannya tidak bisa disepelekan; salah satunya adalah tercapainya target-target pendidikan yang tertuang dalam kurikulum. Kelengkapan administrasi ini penting agar para guru dapat memperoleh (salah satunya) tunjangan profesi.

Administrasi yang dilakukan oleh para guru, terbagi ke dalam tiga tujuan/fungsi:

  1. Administrasi sebagai dokumen; yaitu mendokumentasikan apa yang guru kerjakan, sejak tahap merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi serta menindak lanjutinya. RPP adalah dokumen administrasi dari rencana pekerjaan guru sebagai pengajar.
  2. Administrasi sebagai bukti fisik; menjadi bukti hitam di atas putih atas apa yang dilakukan guru dalam proses pembelajaran. Hitam di atas putih tidak melulu di atas kertas. Berbagai dokumen administrasi sebagaimana kita ketahui telah mengalami proses digitalisasi sehingga bisa dibuat, dicetak, dan didistribusikan dalam wujud digital saja. Bila diperlukan, segala “kertas digital” ini dapat dicetak menjadi tinta hitam di atas lembar kertas putih.
  3. Administrasi sebagai acuan; yaitu sebagai rel tempat guru mengacu pada saat melaksanakan tugas mendidik.Contohnya adalah Standard Isi (SI) dan Standard Kompetensi Lulusan (SKL).

Selain melaksanakan pembelajaran tatap muka dengan siswa sebagai fungsi utama seorang guru, tugas-tugas administrasi para guru antara lain:

  • merencanakan pembelajaran,
  • menilai hasil pembelajaran,
  • membimbing dan melatih peserta didik, dan
  • melaksanakan tugas tambahan yang melekat pada kegiatan pokok sesuai dengan beban kerja guru.

Itu adalah tugas-tugas administrasi guru sebagai pekerja. Di sisi lain, ada beberapa administrasi sekolah yang lagi-lagi menyedot sumber daya manusia, yaitu guru. Misalnya: segala administrasi terkait BOS (Bantuan Operasional Sekolah), administrasi terkait inventaris barang/aset di sekolah, dan lain sebagainya.

Akhir Kata

Penulis menyimpulkan bahwasanya administrasi Pendidikan ada banyak sekali. Baik di tingkat sekolah selaku institusi, maupun guru sebagai karyawan perorangan. Di sekolah, priortas nomor satu adalah Pendidikan kepada para peserta didik, dengan para guru selaku medium pendidiknya. Administrasi tidak boleh menjadi urusan nomor satu di sekolah, namun administrasi harus tetap ada guna membantu proses Pendidikan itu sendiri. Edubox baru sedikit membantu administrasi di sekolah; Dua di antaranya adalah pemeriksaan jawaban soal dan transfer nilai ke buku raport.

Referensi:

Penilaian Hasil Belajar

Pastinya, penilaian akan menjawab pertanyaan tentang sebaik apa hasil atau prestasi belajar seorang peserta didik. Hasil penilaian dapat berupa nilai kualitatif (pernyataan naratif dalam kata-kata) dan nilai kuantitatif (berupa angka). Pengukuran berhubungan dengan proses pencarian atau penentuan skor kualitatif dan kuantitatif tersebut.

Penilaian dilakukan untuk mengetahui kemajuan dan hasil belajar peserta didik, mendiagnosa kesulitan belajar, serta paling terakhir adalah memberikan umpan balik/perbaikan proses belajar mengajar.
Hasil belajar peserta didik dapat diklasifikasi ke dalam tiga ranah (domain), yaitu:

  • Domain kognitif (pengetahuan atau yang mencakup kecerdasan bahasa dan kecerdasan logika – matematika),
  • Domain afektif (sikap dan nilai atau yang mencakup kecerdasan antarpribadi dan kecerdasan intrapribadi, dengan kata lain kecerdasan emosional),
  • Domain psikomotor (keterampilan atau yang mencakup kecerdasan kinestetik, kecerdasan visual-spasial, dan kecerdasan musikal).

Sejauh mana masing-masing domain tersebut memberi sumbangan terhadap sukses seseorang dalam pekerjaan dan kehidupan ? Data hasil penelitian multi kecerdasan menunjukkan bahwa:

  • Kecerdasan bahasa dan kecerdasan logika-matematika yang termasuk dalam domain kognitif memiliki kontribusi hanya sebesar 5%,
  • Kecerdasan antarpribadi dan kecerdasan intrapribadi yang termasuk domain afektif memberikan kontribusi yang sangat besar yaitu 80%,
  • Sedangkan kecerdasan kinestetik, kecerdasan visual-spatial dan kecerdasan musikal yang termasuk dalam domain psikomotor memberikan sumbangannya sebesar 5 %.

Bagaimana Praktik di Lapangan?

Dalam praktik pendidikan di Indonesia yang tercermin dalam proses belajar-mengajar dan penilaian, yang amat dominan ditekankan justru domain kognitif. Domain ini terutama direfleksikan dalam 4 (empat) kelompok mata pelajaran, yaitu bahasa, matematika, sains, dan ilmu-ilmu sosial. Domain psikomotor yang terutama direfleksikan dalam mata-mata pelajaran pendidikan jasmani, keterampilan, dan kesenian cenderung disepelekan. Demikian pula, hal ini terjadi pada domain afektif yang terutama direfleksikan dalam mata-mata pelajaran agama dan kewarganegaraan.

Penilaian Hasil Belajar dapat kita tinjau dari beberapa aspek. Setidaknya ada 2 (dua) aspek yang bisa kita pertimbangkan sebelum sekolah sebagai institusi, maupun guru sebagai pendidik langsung, melaksanakan proses Penilaian Hasil Belajar. Yaitu,

  • Kemudahan pembuatan dan pengembangan teknik penilaian itu sendiri. Selain kompetensi mengajar, kompetensi mengembangkan metode Penilaian Hasil Belajar adalah suatu kompetensi yang perlu dicapai oleh guru. Akan mudah bila guru yang bersangkutan juga kompeten dalam membuat teknik penilaian. Contoh paling sederhana adalah guru mampu membuat soal ujian.
  • Waktu dan tempat pelaksanaan penilaian hasil belajar. Paling mudah melaksanakan penilaian adalah menetapkan satu waktu tertentu untuk seluruh kelas dalam satu tingkat; atau bahkan 3-6 tingkat sekaligus. Penilaian kepada tiap individu secara satu demi satu tentu memakan waktu yang tidak sedikit.

Memang, di antara para pengamat pendidikan, maupun para orang tua, mungkin ada terselip rasa penasaran mengenai bentuk-bentuk Penilaian Hasil Belajar yang cenderung itu-itu saja. Baik berupa soal-soal pilihan ganda, maupun soal esai.

Padahal, ada bentuk-bentuk lain seperti metode observasi (pengamatan) oleh guru, pembuatan dan pengumpulan karya oleh siswa sebagai peserta pendidikan, praktik pelaksanaan di lokasi kerja, dan lain sebagainya.

Penilaian akhir tidak harus berupa ujian tertulis. Sebab, kecerahan masa depan tidak dilihat dari seberapa “cerah” nilai ujian di atas kertas. Murid “zaman now” (sebagaimana siswa-siswa lain di zaman manapun) tidak hanya dituntut menguasai mata pelajaran. Namun, juga memiliki kemampuan untuk mengaplikasikan ilmu tersebut di kehidupan sosial.

Regulasi terkait

Demikian pentingnya proses belajar bagi pemerintah, sehingga ada Undang-Undang tersendiri mengenai Penilaian Hasil Belajar. Yaitu,
Sedangkan peraturan setingkat menteri adalah Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2018. Fokus Permendikbud tersebut ada 2 (dua), yaitu Penilaian Hasil Belajar oleh Satuan Pendidikan dan Penilaian Hasil Belajar oleh Pemerintah.

Coba platform edubox atau ke edubox.id

Referensi:
http://fatkhan.web.id/pengertian-penilaian-hasil-belajar/

Beli Edubox Bisa Pakai Dana BOS di SIPLah

Beberapa waktu yang lalu, kami telah mengulas bahwasanya Bantuan Operasional Sekolah (BOS) bisa digunakan untuk memperoleh Edubox. Kini, Edubox bisa dibeperoleh di SIPLah.

Bagi yang belum mengetahui, BOS adalah bantuan pendidikan berbentuk dana yang diberikan kepada sekolah dan madrasah untuk kepentingan nonpersonalia. Dana BOS diberikan berdasarkan jumlah siswa yang dimiliki sebuah sekolah. Saat ini, dana BOS terbagi menjadi dua, yaitu BOS yang berasal dari pemerintah pusat dan dana BOS yang berasal dari pemerintah daerah.

Informasi mengenai dana BOS, bisa dilihat di portal BOS milik kementerian pendidikan dan kebudayaan di bos.kemdikbud.go.id. Di landing page-nya, ada panduan mengenai tata cara penggunaan dana BOS serta item-item apa saja yang dilarang untuk dibelanjakan dengan dana BOS. Bila diperhatikan dengan seksama, maka di sisi kanan bawah halaman terdapat pranala (link) untuk menuju SIPLah (Sistem Informasi Pengadaan Sekolah).

Kini, dengan dana BOS, produk Edubox bisa dibeli di SIPLah. Sistem elektronik tersebut dapat digunakan sekolah untuk melaksanakan proses PBJ (Pengadaaan Barang/Jasa) secara online yang dananya bersumber dari dana BOS.

Tinggal klik link/button berikut ini, maka Anda sudah dapat mengakses halaman pembelian Edubox di portal SIPLah.
https://siplah.blanja.com/product/router-wifi-extender/127939-edubox-smart-router

Para pelaksana PBJ di Sekolah terdiri dari dua pihak, yaitu Kepala Sekolah (Kepsek) dan Bendahara BOS. Berikut adalah deskripsi pekerjaan masing-masing:

Kepsek

  • Menetapkan tim pembantu PBJ Sekolah
  • Menetapkan spesifikasi teknis (mengacu RKAS)
  • Membuat harga perkiraan untuk PBJ Sekolah
  • Melakukan negosiasi teknis
  • Memilih dan menetapkan Penyedia
  • Mengadakan kontrak/perjanjian
  • Melaksanakan pembelian langsung
  • Menyetujui/menolak permohonan pengalihan kewenangan

Bendahara BOS

  • Melaksanakan pembelian langsung
  • Melaksanakan serah terima hasil pengadaan
  • Melakukan pembayaran kepada Penyedia; dan
  • Mengalihkan dengan persetujuan KepSek baik seluruh maupun sebagian kewenangan

NB: Tenaga Administrasi & Guru boleh menerima sebagian/seluruh kewenangan yang dilimpahkan dari bendahara Dana Bos.

Sementara itu, tujuan PBJ Sekolah adalah transparan, efektif dan efisien, terbuka, adil, akuntabel dan bersaing.

Bisa dipastikan, sekolah akan mendapat harga terbaik, dari pengadaan yang bersifat semakin transparan disertai dengan keterbukaan pada kompetisi pasar. Sehingga peluang usaha juga lebih banyak.

Masalah Jaringan Komputer di Sekolah

Di artikel yang lalu, kami sudah berbagi mengenai karakteristik jaringan komputer. Khususnya tipe arsitektur jaringan yang cocok untuk diimplementasikan di sekolah. Selain karakteristik, ada beberapa manfaat keberadaan dari menghubungkan antar komputer sekaligus penyediaan komputer peladen (server) sebagai pusat dari rangkaian jaringan tersebut. Kini kita akan berfokus pada masalah jaringan komputer sekolah.

Kita sudah menyadari bahwasanya komputer berjejaring di sekolah sudah sedemikian penting. Bila tidak dikoneksikan satu sama lain, maka salah satu masalah jaringan komputer sekolah yang terjadi adalah kesulitan pemindahan data maupun habisnya waktu untuk saling menunggu data yang dikehendaki. Hal-hal demikian terjadi karena penyimpanan data data laporan sekolah dilakukan di notebook/laptop secara perorangan. Bila tidak dikoneksikan melalui jaringan, maka perpindahan data harus dilakukan secara manual menggunakan flash disc.

Di sisi lain, ada beberapa alasan penggunaan jaringan komputer di sekolah:

  1. Pemakaian Sumber daya secara bersamasama

Ini dikarenakan keterbatasan sumber daya yang tersedia sehingga perlu dilakukan pembagian ( Sharing) dalam pemakaian sumber daya tersebut.

2. Efisiensi penggunaan database dan aplikasi

Berbagai macam aplikasi diintregasikan untuk dijalankan pada berbagai komputer. Data yang dihasilkan dari satu komputer termimal dapat digunakan bersama-sama dengan komputer terminal yang lainnya.

Berikut ini, kami sebutkan dan deskripsikan beberapa masalah jaringan komputer sekolah:

  1. Koneksi lambat

Adanya permasalahan koneksi lambat bisa disebabkan oleh banyaknya PC yang di-sharing. Solusi lainnya adalah dengan menambah kecepatan koneksi internet.

2. Tidak bisa berbagi data

Penyebabnya bisa karena sharing pada komputer masih dalam mode disable, sehingga harus diaktifkan dulu dengan membuka Network > Internet Access pada bagian kanan bawah dekstop. Klik kanan pada gambar network, lalu klik Open Network and Sharing Center. Pilih mode turn on file and printer sharing > Save Changes.

3. Komputer mengalami hang

Masalah hang pada komputer juga sering terjadi. Untuk menyelesaikannya Anda hanya perlu menyalakan kembali komputer Anda. Penyebab dari masalah ini karena IP yang Anda gunakan sama dengan IP komputer lainnya, sehingga Anda harus menggantinya dengan IP yang berbeda.

4. Kabel jaringan gagal berfungsi

Masalah ini umum ditemui akibat putusnya kabel jaringan yang bisa mempengaruhi kinerja sebuah komputer dalam jaringan. Putusnya kabel antar switch (uplink cable) sehingga berdampak pada masalah jaringan pada satu blok gedung. Ada juga kegagalan backbone cable sehingga berdampak pada sebagian besar komputer dalam jaringan LAN.

5. Network connection yang bermasalah

Masalah yang terdapat pada Network Connection terletak pada nomor IP, gateway, dan lainnya yang blank. Bisa juga status jaringan tersambung dan masih bisa mengakses data jaringan via IPX/SPX/NetBIOS, tapi nomor IP tidak ada yang membuat akses internet mati.

Dalam membangun, mengoperasikan, dan merawat (to maintain) jaringan komputer di sekolah, sebaiknya kita tidak bergantung pada satu merk komputer atau vendor tertentu. Dengan demikian, kita dapat memiliki dan menjalankan jaringan komputer yang berhubungan dan berkesinambungan.

Apabila sudah tersedia jaringan komputer yang memadai di sekolah, maka tinggal menginstal aplikasi Edubox saja. Harga sangat terjangkau. Hanya Rp8juta saja. Tenang, bila tidak melanjutkan mekanisme berlangganan, maka aplikasi tersebut tetap dapat dipakai (meski tidak mendapat update terbaru). Untuk diketahui, biaya keberlanjutan berlangganan hanya Rp5juta saja.

Namun, apabila jaringan komputer di sekolah masih belum memadai, maka silakan gunakan hardware+software Edubox yang hanya berharga Rp3.5juta saja. Namun, penggunaannya terbatas untuk 30-an siswa dalam sekali proses belajar atau ujian.

Referensi:

  • Yusuf Irawan, Abdillah Baraja. 2012. Analisis dan Perancangan Jaringan Komputer Sekolah Dasar Islam Sains dan Teknologi Ibnu Qoyyim. Program Studi Teknik Informatika, Universitas Surakarta.

https://www.baktikominfo.id/en/informasi/pengetahuan/masalah-masalah_yang_biasa_terjadi_dalam_jaringan_komputer_solusinya-674

Karakteristik Jaringan Komputer Sekolah

Saat ini teknologi informasi berkembang pesat mengikuti perkembangan zaman termasuk komputer. Mengingat juga pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sangat mendesak untuk diimplementasikan sejak dini. Tulisan kali ini akan membahasa jaringan komputer sekolah.

Umumnya dalam sebuah lab komputer, beberapa komputer terdiri dari 1 buah atau lebih server dan terkoneksi internet dalam satu jaringan komputer Local Area Network (LAN).


Internet adalah jaringan komputer terbesar yang pernah dibuat oleh manusia. Internet menghubungkan jutaan perangkat komputasi termasuk PC, Laptop, Workstation, Server, Smartphone, tablet, TV, Webcam, CCTV dan masih banyak lagi.  Internet terbuka untuk semua orang. Karena siapa saja bisa terhubung ke internet, internet juga dianggap sebagai jaringan yang paling tidak aman.

Tentu yang kami tuliskan di sini tidak harus diimplementasikan sama persis. Sebab hal ini bergantung kembali ke tata letak (layout) ruang-ruang kelas, dan jumlah siswa di masing-masing kelas tersebut.

Berikut adalah beberapa keuntungan yang didapat oleh sekolah pasca sukses mengimplementasikan jaringan komputer:

  • Dapat dengan mudah melakukan pertukaran data atau berbagi sumber daya.
  • Membantu memberikan akses informasi secara cepat dan real time serta up to date.
  • Dengan jaringan komputer dapat mempermudah pekerjaan menjadi lebih cepat.
  • Dapat sharing resource (data, program, peripheral komputer).
  • Dapat menjaga keamanan data lebih terjamin (karena hak akses dapat dibagi-bagi sesuai kepentingan masing-masing pejabat sekolah).
  • Memungkinkan kelompok kerja berkomunikasi lebih efisien.
  • Memungkinkan penyampaian lebih terpadu.
  • Memungkinkan manajemen sumber daya lebih efisien.
  • Database maupun konten dapat dikumpulkan, disusun dan dikelola berdasar mata pelajaran.

LAN

Jaringan komputer yang cocok untuk sekolah adalah LAN. Local Area Network (LAN) adalah sebuah jaringan komputer yang hanya mencakup wilayah kecil, seperti sekolah. Jarak jangkauan LAN memiliki jangkauan sekitar 2 KM saja. Jaringan LAN biasanya terdiri dari komputer, printer dan perangkat lainnya.

Selain beroperasi dalam ruang terbatas di sekolah, LAN sekolah juga biasanya dimiliki, dikendalikan, dan dikelola oleh satu orang (yaitu IT administrator di sekolah) atau sebuah tim IT sekolah. Mereka cenderung menggunakan teknologi konektivitas tertentu, terutama Ethernet dan Token Ring.

Ethernet adalah protokol LAN yang memungkinkan setiap PC “berlomba” untuk mengakses network. Sekarang Ethernet menjadi protokol LAN yang paling populer karena relatif murah dan mudah di-install serta ditangani.

LAN menjadi populer karena memungkinkan banyak pengguna untuk memakai sumber daya secara bersama-sama. Contoh dari sumber daya yang dapat digunakan itu misalnya suatu file server, printer dan sebagainya.

Ada juga LAN yang menggunakan teknologi jaringan wireless dengan Wi-Fi dan dikenal dengan nama Wireless Local Area Network (WLAN). Hotspot adalah istilah lain dari WLAN. Sementara itu, teknologi yang biasa dipakai untuk WLAN adalah teknologi 802.11b (Wi-fi).

Dengan menggunakan teknologi frekuensi radio, WLAN dapat bertukar data dengan perantaraan udara, menembus dinding pembatas, dan beberapa struktur beton tanpa bantuan kabel. WLAN mampu menyediakan kemampuan seperti jaringan kabel pada umumnya tanpa ada batasan seperti jaringan berkabel. Hal ini menjanjikan kebebasan dan keleluasaan dalam jaringan. seperti di laboratorium, ruang kelas, kantin, dsb.

Jaringan Terpusat

Jaringan terpusat adalah jaringan yang terdiri dari komputer client dan komputer server. Komputer client bertugas sebagai perantara dalam mengakses sumber informasi atau data yang berasal dari komputer server.

Jaringan Client-Server

Jaringan client server terdiri dari satu atau lebih komputer server dan client. Biasanya sistem jaringan ini terdiri dari satu komputer server dan beberapa komputer client. Komputer server bertugas menyediakan seumber daya data dan komputer client hanya dapat menerima dan menggunakan sumber daya tersebut.

Jenis Jaringan Komputer Berdasarkan Media Transmisi Data

Jaringan berkabel (Wired Network)

Media transmisi data yang digunakan dalam jaringan komputer menggunakan kabel yang digunakan untuk menghubungkan satu komputer dengan komputer lain untuk dapat bertukar informasi data atau terhubung ke internet. Bila sudah memiliki jaringan berkabel (wired network) seperti ini, maka tinggal melakukan instalasi software (perangkat lunak) Edubox.

Jaringan Nirkabel (Wireless Network)

Jaringan Nirkabel menggunakan gelombang elektromagnetik untuk mengirimkan sinyal informsi atau data antar komputer satu dengan komputer lainnya. Salah satu media transmisi nirkabel adalah Wireless Adapter. Edubox yang terdiri dari mini server + router + software menggunakan konsep ini.

Jaringan-jaringan tersebut tentu harus dipelihara secara rutin. Apalagi per beberapa waktu (biasanya 3 tahun), segala fasilitas tersebut perlu dimutakhirkan alias diperbaharui. Belum termasuk pemeliharaan terhadap perangkat sumber listrik maupun AC-nya.

Apabila sudah tersedia jaringan komputer yang memadai di sekolah, maka tinggal menginstal aplikasi Edubox saja. Harga sangat terjangkau. Hanya Rp8juta saja. Tenang, bila tidak melanjutkan mekanisme berlangganan, maka aplikasi tersebut tetap dapat dipakai (meski tidak mendapat update terbaru). Untuk diketahui, biaya keberlanjutan berlangganan hanya Rp5juta saja.

Namun, apabila jaringan komputer di sekolah masih belum memadai, maka silakan gunakan hardware+software Edubox yang hanya berharga Rp3.5juta saja. Namun, penggunaannya terbatas untuk 30-an siswa dalam sekali proses belajar atau ujian.

Sekian Informasi mengenai Cara Membangun jaringan LAN untuk lab sekolah.

Referensi:

Sebaiknya dari mana dana untuk memperoleh (membeli) edubox?

Di akhir tahun 2019 ini, adalah waktu yang tepat untuk melaksanakan penganggaran (budgeting), yang di antaranya meliputi hal-hal apa saja yang mau dibelanjakan, berapa jumlah unitnya, berapa harga satuannya, dan seterusnya. Di mana, anggaran-anggaran tersebut akan dieksekusi pada tahun 2020. BOS, atau Biaya Operasional Sekolah adalah salah satu sumber pendanaan tersebut.

Pelaksanaan ujian secara online, baik melalui perangkat android, laptop, ataupun laboratorium komputer (labkom) adalah salah satu aktifitas sekolah yang harus direncanakan secara matang dengan anggaran yang harus dialokasikan. Sebagaimana kita sudah tahu, perangkat dan aplikasi Edubox adalah ujian online.

Pungutan Pendidikan adalah penarikan uang oleh Sekolah kepada peserta didik, orangtua/walinya yang bersifat wajib, mengikat, serta jumlah dan jangka waktu pemungutannya ditentukan. Nah, ini adalah pilihan terakhir yang dapat digunakan oleh sekolah untuk dapat memperoleh Edubox.

Partisipasi dari masyarakat, terutama orang tua siswa (ortusis) telah dibuatkan peraturannya yang tercakup dalam:

  • Peraturan Pemerintah (PP) Nomor: 48 Tahun 2008 tentang Pendanaan Pendidikan.
  • Peraturan Menteri (PerMen) Pendidikan dan Kebudayaan Nomor: 75 Tahun 2016 tentang Komite Sekolah.

Kapan suatu Pungutan Pendidikan disebut sah dan tidak sah?

Pungutan disebut sah jika memiliki dasar hukum yang sah sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, dan dipungut oleh orang/petugas yang memiliki kewenangan untuk memungut. Dan disebut tidak sah jika pungutan tidak memiliki dasar hukum yang sah sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, dan/atau dipungut oleh orang/petugas yang tidak memiliki kewenangan untuk memungut.

Pasal 52 Peraturan Pemerintah (PP) Nomor: 48 Tahun 2008 tentang Pendanaan Pendidikan menegaskan bahwa Pungutan oleh satuan pendidikan wajib memenuhi ketentuan sebagai berikut:

  1. Didasarkan pada perencanaan investasi dan/atau operasi yang jelas dan dituangkan dalam rencana strategis, rencana kerja tahunan, serta anggaran tahunan yang mengacu pada Standar Nasional Pendidikan.
  2. Perencanaan investasi dan/atau operasi diumumkan secara transparan kepada pemangku kepentingan satuan pendidikan.
  3. Dana yang diperoleh disimpan dalam rekening atas nama satuan pendidikan.
  4. Tidak dipungut dari peserta didik atau orang tua/walinya yang tidak mampu secara ekonomis.
  5. Digunakan sesuai dengan dan tidak dikaitkan dengan persyaratan akademik untuk penerimaan peserta didik, penilaian hasil belajar peserta didik, dan/atau kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan.
  6. Sekurang-kurangnya 20% (dua puluh persen) dari total dana pungutan peserta didik atau orang tua/walinya digunakan untuk peningkatan mutu pendidikan.
  7. Tidak dialokasikan baik secara langsung maupun tidak langsung untuk kesejahteraan anggota komite sekolah/madrasah atau lembaga representasi pemangku kepentingan satuan pendidikan.
  8. Pengumpulan, penyimpanan, dan penggunaan dana diaudit oleh akuntan publik dan dilaporkan kepada Menteri, apabila jumlahnya lebih dari jumlah tertentu yang ditetapkan oleh Menteri.

Biaya Operasional Sekolah (BOS)

  • Penggunaan BOS Reguler di Sekolah harus didasarkan pada kesepakatan dan keputusan bersama antara tim BOS Reguler kepala Sekolah, guru, dan Komite Sekolah.
  • Dana BOS Reguler yang diterima Sekolah tiap triwulan atau semester dapat direncanakan untuk digunakan membiayai kegiatan lain pada triwulan atau semester berikutnya.
  • Penggunaan BOS Reguler diprioritaskan untuk kegiatan operasional Sekolah nonpersonalia.

Beberapa permasalahan yang sering muncul dalam pelaksanaan pembelanjaan dana BOS (Biaya Operasional Sekolah) antara lain adalah, tidak terencananya kegiatan pembelanjaan dana dengan baik, sehingga kegiatan pembiayaan yang dilaksanakan asal-asalan dan tidak melalui kajian perencanaan yang matang.

Larangan Penggunaan Dana BOS

biaya operasional sekolah

Sumber:

Fitur EduEye pada Edubox

Biasanya selama ini hanya dari pihak sekolah (alias guru), kini orang tua juga dapat memonitor aktifitas belajar si anak selama berada di sekolah. Dengan demikian, ada dua pihak yang memantau kegiatan belajar siswa tersebut. Dengan demikian, aplikasi mobile ini memfasilitasi orang tua jaman now untuk dapat lebih terlibat sebagai orang tua siswa. Tidak hanya perkembangan pendidikan yang dipantau, namun juga keberadaan fisik dari anak sekolah yang bersangkutan. Aplikasi digital ini adalah aplikasi EduEye.

Namun demikian, putra-putri kita di sekolah tidak perlu merasa takut, khawatir karena diawasi sedemikian rupa. Kita sebagai orang tua di rumah, dan para guru di sekolah cukup memberi tahu dan menyampaikan pengertian yang tepat agar tidak terjadi kesalahpahaman. Mengingat, pembangunan dan pengembangan kepercayaan (trust) harus terus dijaga dan dilakukan oleh para orang tua.

Aplikasi EduEye

Edueye adalah Aplikasi untuk orangtua siswa agar bisa mengetahui kehadiran siswa per-hari nya, lalu orangtua bisa mengetahui nilai ujian siswa tersebut , aplikasi ini juga menyediakan fitur untuk pengumuman , agar orang tua siswa bisa mengetahui pengumuman dari sekolah.

Tau gak sih.. dengan aplikasi edueye ini orang tua siswa bisa mengetahui kehadiran putra-putri setiap hari nya secara real time saat masuk sekolah dan saat pulang sekolah, ditambah lagi orang tua bisa langsung mengetahui setiap nilai putra-putrinya setelah selesai ujian 👍 Karena aplikasi ini tersambung dengan aplikasi Edubox. Sebagaimana kita telah ketahui bersama, Aplikasi Edubox telah membantu pemerintah kota Bandung dalam menghemat ujian hingga mencapai Rp11Milyar.

Aplikasi ini memungkinkan orangtua untuk memonitoring putra-putrinya disekolah serta membantu sekolah melakukan evaluasi untuk disampaikan ke orang tua.

Fitur Absensi

Dengan fitur absensi ini, kini orang tua dapat melihat waktu kedatangan dan waktu pulang putra-putrinya secara real time, kapanpun dan dimanapun.

Fitur Nilai

Orang tua dapat melihat nilai hasil ujian putra-putrinya dengan cepat dimanapun dan kapanpun sesaat setelah putra-putri tersebut menyelesaikan ujian .

Fitur Pengumuman

Memudahkan sekolah untuk menyampaikan pengumuman atau hasil evaluasi siswa kepada orang tua sehingga orang tua dapat mengetahui informasi tersebut dengan cepat, lebih jelas dan lengkap.

Para orang tua siswa, silakan langsung saja ke Google Play atau App Store yaa untuk mengunduh aplikasi EduEye tersebut.

Terima kasih… 😀 😀 😀

Klasifikasi Ujian Online dan Aplikasi Edubox

Bingung dengan apa itu ujian online? Klasifikasi berikut ini akan membuat Anda lebih paham tentang ujian online itu sendiri.

Ujian.

Dahulu, semua ujian adalah ujian luar jaringan (luring), alias offline. Kini sudah ada ujian dalam jaringan (daring), yang lebih dikenal dengan ujian online.

Ujian Offline

Dengan adanya istilah ujian online, dapat kita klasifikan dan simpulkan bahwa ujian yang tidak melalui jaringan sama sekali, adalah termasuk ujian offline.

Kelemahan Ujian Offline

Berikut ini adalah beberapa kelemahan ujian offline. Di antaranya adalah memboroskan kertas, ujian tersebut juga membutuhkan proses yang banyak (mulai dari membuat soal, mengetik soal, membuat kunci jawaban, memeriksa jawaban, hingga mengumumkan/membagikan hasilnya kepada para siswa), dan juga menghabiskan waktu yang banyak sekali.

Ujian Online.

Ada dua macam ujian online. Ada yang full online, ada pula yang separuh (semi) online.

  • Full online. Pelaksanaan ujian sepenuhnya dilaksanakan secara online. Mulai dari mengadakan koneksi dengan server penyedia ujian, hingga pengumpulan jawaban oleh para siswa. Dalam pelaksanaannya, server ujian harus mampu melayani seluruh peserta ujian terus-menerus tanpa gangguan “gak bisa konek” sedikit pun.
  • Semi online. Namanya separuh online berarti tetap membutuhkan internet ya. Mekanisme yang digunakan adalah mekanisme intranet yang ditambahkan dengan komputer server berkapasitas kecil. Tipe ini bisa digunakan di kelas, maupun di laboratorium komputer (labkom). Edubox adalah terobosan baru ujian berbasis komputer. Ada dua tipe Edubox, yaitu Smart Router dan Mini Server.
    • Smart Router. Adalah produk Edubox untuk di dalam kelas.
    • Mini Server. Adalah produk Edubox untuk di labkom.

perangkat ujian online

Berikut ini adalah beberapa perangkat yang digunakan dalam pelaksanaan ujian daring.

  • Hardware+Mikrotik+Edubox
  • Jaringan Wi-Fi + LAN (Local Area Network)
  • Software/Aplikasi Edubox. Berikut ini adalah cara penggunaan aplikasi edubox. Ujian diketik di aplikasi Microsoft (ms) Word. Selanjutnya adalah melakukan export/upload ke aplikasi edubox. Selain dengan export/upload, bisa pula dilakukan copy lalu paste.

aplikasi edubox

Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya, Aplikasi Edubox mudah sekali digunakan. Karena para guru atau tim administrasi sekolah hanya perlu menggunakan aplikasi edubox dan Microsoft Word.

Menguji Kesiapan UNBK



Berbicara mengenai test, ada beberapa jenis test yang harus dilakukan sebagai persiapan guna memastikan kelancaran ujian berbasis komputer (computer-based test):

  • Test perangkat (device) yang akan digunakan oleh siswa; apakah device tersebut benar bisa mengakses dan menggunakan aplikasi edubox. barangkali ada kegagalan akses oleh device milik siswa yang disebabkan oleh sistem operasi Windows, atau aplikasi penunjangnya kurang update.
  • Test jumlah user. Misal jumlah user yang akan menggunakan edubox secara bersamaan, maka harus disimulasikan sebelum hari-h ujian apakah aplikasi edubox mampu melayani keseluruhan peserta tersebut secara bersamaan. Apabila sekali pelaksanaan ujian melibatkan 30 siswa, maka 30 siswa tersebut harus mencoba secara bersama-sama hingga berhasil. Bila kapasitas edubox dan jaringannya hanya 20 siswa, sementara peserta ujian ada 30 siswa, maka pasti ada siswa yang tidak terlayani dengan baik.
  • Test kemampuan loading. Test ini maksudnya mengukur seberapa cepat loading bisa dilakukan oleh device (laptop/smartphone/tablet) milik client. test ini bisa dilakukan bersamaan dengan. test jumlah user.
  • Test jaringan. Yang diperiksa adalah kualitas, kecepatan, dan kestabilan pengiriman dan penerimaan data. Jaringan dengan kabel LAN tentu lebih stabil daripada jaringan dengan wireless (tanpa kabel). Jaringan dengan klien/user lebih sedikit tentu pengirman datanya akan lebih cepat. Misalnya sekali ujian dengan 5 siswa, tentu kecepatannya akan berbeda dengan ujian bersama 30 siswa sekaligus.

Demikian penting melaksanakan beberapa jenis test di atas. Sehingga sebaiknya siswa tidak langsung hadir ke ujian tanpa melalui test-test tersebut lebih dahulu.