WiFi vs LAN untuk Pelaksanaan Ujian Dalam Jaringan

Sehari kemaren cukup melelahkan, setelah nyampe kantor sekitar jam 9.00 dapat info dari grup Whatsapp support Pinisi Edubox bahwa ada masalah di jaringan yang digunakan untuk ujian di SMKN2. Dan parahnya masalah ini baru ditemukan sewaktu ujian. Memang dari SOP yang dibuat setiap sekolah yang sudah menggunakan sistem ujian Pinisi Edubox harus melakukan simulasi ujian real untuk melihat kemampuan jarigan yang sudah dipasang, tapi ini ternyata ga maksimal dilakukan sehingga kita tidak tahu apakah jaringan akan sanggup atau tidak. Selanjutnya, kita bahas ujian dalam jaringan.

Sejak setahun yang lalu saya dan beberapa anak-anak Saklik menginisiasi produk baru (startup) yang dinamakan Pinisi Edubox (sebelumnya Pinisi Exambox). Produk ini memberikan solusi terhadap permasalah sekolah-sekolah yang ingin menerapkan konsep paperless (pengurangan penggunaan kertas) bahkan bebas kertas dalam setiap kali ujian tetapi terkendala dengan koneksi jaringan internet. Bayangkan saja setiap kali ujian ada ratusan sampai ribuan siswa bersamaan ujian jika dipaksakan ke internet sudah dipastikan ujian tersebut akan gagal dan chaos. Nah si Pinisi Edubox ini dirancang sebagai jaringan lokal dengan konsep tanpa kabel (wireless). Peserta ujian cukup konek ke Wi-Fi dan mengakses alamat IP lokal tertentu untuk melaksanakan ujian.

Ternyata setelah berjalan setahun, penggunaan Wi-Fi sebagai akses untuk ujian lebih agak susah dibanding dengan menggunakan jaringan kabel (LAN). Pantas saja Kemdikbud melakukan UNBK dengan konsep LAN. Tapi berdasarkan pengalaman penerapan di beberapa sekolah di Bandung asal perancangan dan pengembangan jaringan Wi-Fi nya benar, maka hasil yang didapatkan akan lebih efektif dan efisien dibanding dengan LAN.

Dengan menyediakan Wi-Fi yang mumpuni untuk pengadaan ujian ini sekolah tidak perlu lagi menyedian lab komputer, anak-anak bisa menggunakan laptop atau smartphone. Tapi rata-rata selama ini memang Wi-Fi yang terpasang di sekolah rata-rata tidak dirancang untuk penggunaan dalam jumlah besar.

Berani mencoba di sekolahnya? atau pernah mencoba yang didapat stress? Kalau saya sudah sering banget stress kalau tiba-tiba jaringan susah diakses seperti yang kemaren dialami di SMKN2 Bandung, walaupun akhirnya bisa diatasi dan ujian kembali berlangsung dengan normal.

Dari pengalaman selama ini ada beberapa hal yang mesti diperhatikan untuk penggunaan Wi-Fi untuk akses ujian dalam jaringan :

  1. Pemilihan Wi-Fi access point, gunakan produk yang bisa menjamin kemampuan menghandle lebih dari 50 user untuk satu access point. Saat ini yang direkomendasikan adalah Unifi AP Long Range (Ubiquity).
  2. Mikrotik yang berfungsi sebagai router. Disesuaikan dengan banyaknya user. Untuk user lebih dari 100 sampai 200 orang disarankan menggunakan Mikrotik RB 951 2Hnd. Kenapa mikrotik, karena menurut saya ini cukup familiar untuk kalangan pendidikan.
  3. Server dan aplikasi, nah ini juga disesuaikan dengan jumlah user yang bakal mengikuti ujian. Aplikasi pun bisa menggunakan software open source seperti Moodle (PHP based), edX (python based), Sakai (java based). Atau bisa juga menggunakan produk dari Pinisi Edubox berupa server dan aplikasi yang terintegrasi (berbasis Raspberry Pi 2), dengan kemampuan menangani 200 user bersamaan.
Paket Pinisi Smart Edubox

4. Yang paling penting dari itu semua adalah, sebelum ujian dilaksanakan harus dilakukan simulasi real. Misalnya ada 200 orang yang mau ikut ujian, maka 200 orang itu harus mencoba semua, sehingga kita tahu kekurangan dari sistem yang disiapkan.

Selamat mencoba!

Related Post(s):

Delapan Cara Memperbaiki Desain Ruang Kelas

Mereka (para guru) senang dengan ruangannya. Tetapi tidak mungkin mengkreasikannya di sekolah karena ukuran ruang kelas yang terlampau kecil, keterbatasan ruang, perputaran siswa di kelas yang besar (big class rosters), keterbatasan budget, serta petunjuk keamanan dari kebakaran yang tidak boleh dilepas dari dinding. Mereka meyakini bahwa untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yang luar biasa, mereka membutuhkan uang yang banyak, serta wahana-wahana modern untuk bekerja. Tujuan akhir dari desain ruang kelas yang lebih baik adalah menyempurnakan knierja siswa dalam pelajaran.

Itu semua kabar-kabar buruknya. Kabar baiknya adalah, ada prinisip-prinsip desain-desain ramah pembelajaran (learning-friendly) yang bisa diaplikasikan melampaui masalah-masalah tersebut di atas. Untuk menjadikan ruang kelas anda sebagai tempat belajar yang lebih baik bagi para siswa. Referensi yang bisa kita tengok: The Space: A Guide for Educators (Robert Dillon dan Rebecca Hare).

Dari beberapa masalah desain yang sering beliau lihat di ruang kelas saat ini, ada beberapa ide darinya yang mungkin dilakukan oleh guru untuk membuat ruang kelas yang lebih ramah belajar, dan bagaimana mengatasi beberapa hambatan yang muncul tatkala mendesain ulang ruang belajar.

1.Siswa Mengaudit Ruang Kelas

Kira-kira benda apa di ruangan ini yang akan mendukung kalian belajar? Guru bisa bertanya seperti itu kepada para siswa. Meminta para murid mengaudit ruangan, akan membantu kita melihat desain ruang kelas ini dengan kacamata yang berbeda.

Analisa benda mana yang kira-kira menjadi kebisingan visual (visual noise). Yaitu, benda mana yang tidak seharusnya berlama-lama berada di dalam kelas karena tidak menambah nilai manfaat apapun terhadap proses dan hasil pembelajaran itu sendiri. Misalnya poster binatang atau foto tokoh nasional (kecuali foto presiden dan wakil presiden, ya) yang selalu menempel di dinding, tidak hanya pada mata pelajaran IPA (biologi) atau sejarah, namun pada mata pelajaran apa pun.

Bentuk lain visual noise adalah warna-warni yang terlampau banyak, yang menyebabkan siswa tidak bisa fokus pada belajarnya. Di sini, yang perlu dilakukan adalah mereduksi variasi warna tersebut sehingga hanya tiga saja. Terdiri dari satu warna utama, diiringi oleh dua warna lain yang berfungsi sebagai pelengkap.

Bagaimana dinding dan setiap incinya, apakah mendukung atau malah mengalihkan perhatian murid dari belajar? Apakah kita benar-benar membutuhkan poster tersebut? Bagaimana kita memanfaatkan dinding, sehingga dinding pun memberikan informasi yang dapat diakses oleh siswa?

Di sinilah keunggulan ruang kelas berbasis mata pelajaran. Visual maupun pengalamannya dapat didesain dan direkayasa sedemikian rupa demi tercapainya tujuan-tujuan pembelajaran pada diri siswa.

2. Mengurangi “Sampah Visual”

Hal pertama dan paling sederhana yang bisa kita lakukan, adalah mengurangi “sampah visual” tersebut. Siapapun, setiap kali memasuki ruang kelas, akan memindai apa saja yang ada di dalam kelas. Selain manusia (guru dan murid) dan perangkat kelas seperti papan tulis, adakah benda-benda lain yang tidak sepatutnya berada di dalam ruang kelas. 
Tatkala kita meminta para siswa untuk terlibat secara intelektual, yang terjadi bisa jadi adalah mereka kelelahan secara visual terhadap berbagai ornamen yang (terutama) menempel di dinding kelas.

3. kombinasikan beberapa opsi tempat duduk

Tidak harus dengan bean bags atau hokki stools (maaf, belum menemukan nama Indonesianya. Bisa search di internet). Beberapa opsi tempat duduk berarti memberikan keleluasaan bagi siswa untuk memilih posisi duduknya. Bagi para siswa, keleluasaan semacam ini berarti anda sebagai guru, telah memberikan kepercayaan kepada mereka (untuk mengikuti proses pembelajaran) dan sehingga, mereka merasa memiliki ruang belajar sendiri.

Di masa saya sekolah dahulu, teknik anti-kebosanan yang dilakukan antara lain menggeser posisi duduk siswa secara mengular setiap hari. Selain menghindari kejenuhan, teknik ini juga memberikan kelenturan terhadap otot mata dan leher. Disebabkan siswa tidak hanya melihat jauh-dekat saja, tetapi juga selalu berpindah dari sisi kiri ke kanan ruang kelas (dan sebaliknya).

4. Mengurangi “ruang kerja” guru

Guru bekerja tidak dari balik meja guru di setiap ruang kelas. Guru sepatutnya “menguasai” seluruh ruang kelas hingga ke penjuru-penjurunya. Meja guru, seringkali malah membatasi interaksi guru dengan murid. Yang dengan sendiri, menurunkan kualitas pembelajaran. Ada beberapa yang bisa dilakukan: mendorong furnitur meja guru hingga menempel ke tembok atau menyediakan lemari gantung berukuran kecil sehingga guru tersebut dapat meletakkan perlengkapan mengajarnya di sana. Kedua hal sederhana ini menyediakan ruang mengajar yang lebih lega bagi sang guru.

5. Memaksimalkan ruang kolaborasi antar siswa

Kita semua memahami bahwa murid di jaman now ini butuh lebih dari sekedar fakta (yang dipresentasikan oleh gurunya). Yang mereka butuhkan sekarang ini antara lain, mampu berkomunikasi dengan baik, dan saling bekerja sama guna memecahkan masalah. Ruang kelas kita harus bisa mengakomodasi -minimal- kedua hal tersebut. Maka, tatkala mendesain kembali ruang kelas, cari cara yang paling memungkinkan agar ruang-ruang yang tersedia bisa dimaksimalkan sebagai pusat kegiatan kolaboratif — pusat kegiatan bekerja/membuat bersama.

6. Ruang berkreasi/mencipta sesuatu

Ruang kelas di mana pembelajaran berbasis proyek, membutuhkan ruang di mana para murid bisa membuat sketsa, melakukan produksi, dan mem-purwarupa-kan sesuatu. Pekerjaan semacam itu membutuhkan permukaan yang bebas dari peralatan apapun dan suatu tool box berisi material dan perlengkapan (bukan perlengkapan sekolah biasa, semisal lem, gunting, dan spidol) yang bisa diakses oleh para murid. Satu wadah lagi yang penting adalah, wadah tempat meletakkan karya (hasil kerja) yang masih dalam proses. Suatu karya, tidak mungkin selesai dalam 1–2 waktu tatap muka, kan? Dalam skala yang lebih besar, ruang kelas yang menekankan pada dokumentasi dan presentasi produk setengah jadi yang dibuat oleh siswa. Ini adalah salah satu wujud design thinking juga.

Design thinking menekankan pada dokumentasi dan presentasi kegiatan belajar mengajar di sekolah, jadi bukan hanya produk jadinya saja. Dan sebaiknya para guru tidak pernah berhenti untuk tetap mencari cara untuk menampilkan proses belajar murid di kelas.

7. Permukaan tembok/meja yang bisa ditulis

Papan yang bisa ditulis, tidak hanya papan tulis kan? Baik itu blackboard atau whiteboard. Sekarang ini juga ada papan kaca yang bisa ditulis. Tentu saja tidak harus membeli. Kita boleh memutar otak untuk menemukan cara murah membuat papan/meja yang bisa ditulis dan dihapus.

Mendesain ruang belajar tidak sama dengan mendekorasinya. Bedanya terletak pada apakah kita mengetahui dan memahami efek dari desain/dekorasi tersebut terhadap efektifitas pembelajaran secara keseluruhan. Dengan kata lain, apakah desain tersebut memberikan efek fungsional terhadap proses pembelajaran atau tidak.

8. Maksimalkan penggunaan lorong-lorong di samping ruang kelas.

Proses pembelajaran bisa diekstensikan sampai ke luar dinding kelas, kok. Jadi jangan kaku, terhambat, dan terbatasi dengan dinding-dinding ruang kelas saja.

Penutup

Belajar tentang mendesain ruang kelas adalah proses yang tidak pernah berakhir. Jadi daripada mengubah semuanya besar-besaran sekaligus, lebih baik mulai dengan sedikit perubahan, termasuk melibatkan siswa di dalam perubahan tersebut, dan lakukan iterasi seiring anda menjalani proses desain ruang kelas itu sendiri.

12 Ways to Upgrade Your Classroom Design
Listen to my interview with Bob Dillon (transcript): Sponsored by Peergrade and mysimpleshow This post contains Amazon…www.cultofpedagogy.com

Ujian Sekolah Berbasis Komputer



Meta-deskripsi: Aplikasi USBK (Ujian Sekolah Berbasis Komputer) Edubox dapat digunakan di browser (baik komputer maupun mobile) untuk ujian sekolah berbasis komputer. Seperti apakah itu?

Ada teknologi yang membawa dampak berbahaya bagi anak-anak, terutama mereka yang masih berada dalam usia sekolah. Teknologi seperti fitur-fitur dalam gadgetmisalnya, dianggap sebagai hal-hal yang menjauhkan anak-anak dari dunia nyata.

Di sekolah pun, banyak guru yang menerangkan dampak buruk gawai terhadap perkembangan para murid. Apa yang dikatakan oleh guru-guru tersebut sebetulnya tidak salah. Namun, terus-menerus mencekoki murid dengan pemahaman bahwa teknologi berbahaya tidaklah tepat. Sebab, tidak semua teknologi seperti itu. Pasalnya, teknologi juga memiliki berbagai kelebihan untuk murid-murid sekolah; salah satunya dibuktikan dengan kehadiran ujian sekolah berbasis komputer.

Lebih jelasnya, simak kelebihan-kelebihannya berikut ini.

1.Mengajarkan Murid untuk Mengedepankan Logika

Perintah-perintah dalam berbagai perangkat lunak yang terdapat pada PC atau laptop dibuat berdasarkan susunan logika atau bahasa pemrograman. Dengan begitu, pengoperasian gadget dan perangkat komputer pun harus menggunakan logika. Pada saat itulah cara berpikir kita diasah.

Tidak mengherankan apabila orang yang terbiasa mengoperasikan komputer dan gadget memiliki pikiran yang lebih terstruktur dibandingkan mereka yang tidak pernah atau jarang mengoperasikan alat-alat tersebut.

Membiasakan anak-anak untuk mengoperasikan komputer dan gadget sejak dini akan mengajarkan dia untuk lebih menggunakan logikanya dengan terstruktur. Selain itu, anak-anak pun akan lebih mampu memecahkan masalah dengan realistis dan cenderung objektif.

2.Mempermudah Kehidupan

Banyak orang yang menganggap bahwa peralatan elektronik dapat membuat anak-anak menjadi lebih malas; hal tersebut terkadang tepat. Namun dengan penggunaan gadget yang baik dan sesuai porsi, hidup anak-anak menjadi lebih mudah dan juga lebih praktis.

Bila anak diajarkan untuk menjadi inventor dan bukan sekadar penikmat teknologi, maka berbagai kemudahan teknologi pun amat dapat membantu kehidupan anak. Segala hal yang mereka butuhkan untuk mencapai cita-citanya akan lebih mudah untuk dilakukan

3. Menjembatani Komunikasi

Sebelum adanya gadget dan teknologi nirkabel, komunikasi begitu terbatas dan hanya bisa dilakukan melalui media-media tertentu seperti jaringan telepon atau surat. Dengan keberadaan gadget dan jaringan seluler, maka komunikasi pun menjadi lebih mudah dan lebih cepat untuk dilakukan.

Anda bisa menghubungi siapa pun dalam waktu cepat dan memberitakan suatu kejadian tanpa perlu dibatasi oleh waktu. Hal ini juga bermanfaat bagi anak-anak, mereka jadi lebih mudah menghubungi teman-temannya. Misalnya, pada saat mereka ingin berdiskusi mengenai pelajaran tertentu, atau menghubungi guru untuk bertanya mengenai materi-materi yang dianggap sulit.

Oh ya, dengan gadget, orang tua pun jadi lebih mudah untuk mengetahui keberadaan anak dan mengawasi mereka. Para orangtua tidak perlu takut kehilangan sang anak atau tidak mengetahui aktivitas anak-anak.

4. Memberikan Akses Informasi yang Lebih Besar

Sebelum ada gadget, untuk mencari informasi, murid-murid harus bertanya langsung pada guru, orang yang lebih tua, atau pergi ke perpustakaan. Nah dengan adanya gadget, mereka dapat mencari informasi terutama mengenai pelajaran dengan lebih mudah di berbagai situs dan juga di perpustakaan daring.

Harus kita akui bahwa terkadang orang yang lebih tua pun bisa salah memberi informasi. Jadi, dengan adanya gadget, anak-anak bisa lebih mudah menerima informasi yang lebih tepat. Namun tetap saja, anak-anak memang harus diawasi saat mencari informasi, karena ada banyak juga informasi di internet yang tidak tepat bahkan menjerumuskan anak-anak.

5. Mempermudah Proses Belajar Mengajar

Jangan salah, gadget juga bisa menjadi media untuk belajar lho. Ya, gadget dapat digunakan oleh guru untuk memberikan materi materi pelajaran serta ujian dan murid pun dapat mengaksesnya dari sana. Hal ini jelas mempermudah proses pengajaran dan membuat murid-murid dapat memahami pelajaran di mana pun dan kapan pun. Selain itu, para murid juga dapat melakukan ujian dengan mudah tanpa perlu harus repot-repot mempersiapkan berbagai alat tulis.

Salah satu perangkat yang dapat menunjang hal tersebut adalah Pinisi Edubox. Apa itu Pinisi Edubox? Yuk, kenali lebih dekat peralatan canggih ini.

Pinisi Edubox, Belajar dalam Jaringan

Proses belajar mengajar dan ujian menggunakan Pinisi Edubox dilakukan melalui dua hal, yakni mini server Pinisi dan juga aplikasi Pinisi. Nah, mini server ini dapat menyimpan berbagai macam materi pelajaran serta ujian, dan dapat diakses oleh para murid yang memiliki nama pengguna serta sandi. Aksesnya sendiri melalui aplikasi yang bisa diakses melalui gadget Android atau lewat komputer.

Dengan begitu, murid-murid pun dapat melihat berbagai materi pelajaran kapan pun mereka mau dan dapat mengerjakan ujian tanpa membutuhkan alat-alat tulis. Selain itu mereka dapat lebih fokus dalam memecahkan berbagai soal karena mereka tidak perlu repot-repot menggunakan alat tulis. Guru pun tidak perlu menghabiskan waktu untuk memeriksa hasil ujian, karena dengan Pinisi edubox otomatis nilai dapat terkalkulasi usai para murid mengerjakan ujian.

Sebagai browser untuk ujian sekolah berbasis komputer, Pinisi Edubox juga memiliki kapasitas yang besar serta prosesor yang mumpuni, sehingga guru dan murid tidak perlu takut dengan adanya hambatan yang mereka temukan pada saat mengerjakan ujian atau memberikan pelajaran.

Aplikasi Pinisi tidak memberatkan ponsel atau gadget lainnya sehingga murid-murid tidak akan menemukan lagging yang mengganggu pada saat mereka mengaksesnya.

Jadi, siapa bilang teknologi tidak berguna bagi anak-anak yang masih berada di usia sekolah? Teknologi pun bisa sangat bermanfaat bagi mereka seperti yang ditawarkan oleh Pinisi Edubox. Nah, tunggu apa lagi? Bagi para tenaga pengajar dan murid-murid, menggunakan browser untuk ujian sekolah berbasis komputer sangat direkomendasikan. Bila Anda ingin mengetahui informasi lebih lanjut, jangan lupa untuk mengakses www.pinisi.io atau kunjungi Instagram kami di @pinisiedubox.

Aplikasi USBK itu bernama Edubox. 

Aplikasi Ujian Sekolah Berbasis Komputer (USBK) adalah aplikasi yang memungkinkan anda (sebagai guru) atau sekolah anda untuk menyelenggarakan ujian secara online.

ujian sekolah berbasis komputer (USBK)

Edubox adalah perangkat server berukuran mini dengan performansi optimal untuk kebutuhan komputasi anda yang akan memberikan pengalaman mengajar (sekaligus ujian) yang tidak akan pernah dilupakan oleh siswa.

Edubox terdiri dari sebuah aplikasi USBK (Ujian Sekolah Berbasis Komputer) dan perangkat fisik berupa jaringan yang dapat disambungkan dengan lab komputer atau jaringan komputer (computer network) di sekolah. Perangkat keras yang sama dapat digunakan secara intranet di dalam kelas.

Aplikasi USBK (Ujian Sekolah Berbasis Komputer) dalam perangkat Edubox, tidak hanya dapat digunakan untuk ujian saja, yaitu ujian semester, ujian mata pelajaran, atau ujian sekolah. Perangkat ini juga dapat membantu guru dalam proses belajar-mengajar itu sendiri. Karena konten pembelajaran dapat disimpan di server atau cloud milik Pinisi, yang kemudian dapat diunduh oleh para siswa melalui perangkat laptop, smartphone, atau komputer masing-masing.

Ada dua produk dari Pinisi yang menyertakan aplikasi ujian berbasis komputer di dalamnya:

  • Edubox Smart Router, dan
  • Edubox Mini Server

Tentu saja aplikasi ini bukan aplikasi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Namun aplikasi Pinisi ini dapat digunakan sebagai media latihan dalam menghadapi UNBK.

Bagaimana menggunakan aplikasi USBK Pinisi? Berikut adalah panduan langkah demi langkahnya:

Set Up Awal Aplikasi USBK Pinisi .

Set Up Awal. https://www.youtube.com/watch?v=JLG73-KYmJw

Anda dapat mengisi Nama Sekolah, Alamat Sekolah, dan nama Kepala Sekolah. Lalu kita isi kurikulum yang digunakan. Bisa kurikulum 2006 atau 2013. Pada awalnya hanya terdapat satu user. Dari sini, kita bisa menambahkan user-user yang lainnya. Tahun ajaran bisa kita pilih sendiri. Dengan format 2017/18, 2018/19, dan seterusnya.

Cara mendaftarkan kelas dimulai dari Jenjang Kelas. Aplikasi ini menyediakan pilihan jenjang kelas dari tingkat I sampai tingkat XII. Sedangkan ruang kelas adalah posisi ataupun urutan kelas, contohnya kelas X-1, X-2, X-A, X-B. Terakhir, kita bisa memasukkan nama wali kelas ke dalam masing-masing kategori kelas.

Guru dapat mengunggah data ke dalam sistem menggunakan file dengan format Excel. Tenang saja, kami sudah menyediakan cetakan (template) yang dapat digunakan dengan mudah. Sehingga pengisian data ke dalam cetakan tidak memakan waktu lama. Manfaatnya adalah proses unggahan (uploading) dapat dilakukan tanpa menghabiskan waktu dengan percuma.

Admin dapat memasukkan (input) soal ujian atau mengunggah (upload) dari cetakan format Excel yang sudah disediakan berdasarkan nama guru, jenjang kelas dan mata pelajaran yang diampu.

Untuk menampilkan hasil ujian, aplikasi USBK (Ujian Sekolah Berbasis Komputer) Edubox dapat memperlihatkan nilai siswa berdasar semester, menurut kelas, atau per mata pelajaran dan memungkinkan untuk di-eksport ke format PDF, Excel maupun langsung dicetak (print) di atas kertas.

Pada menu ini juga guru dapat membuat soal atau melakukan impor soal (lagi-lagi dari cetakan berformat Excel) per mata pelajaran dan per jenis ujian.

Cara Membuat Ujian Baru di Aplikasi USBK Pinisi.

Anda dapat memulai pembuatan ujian baru di aplikasi USBK (Ujian Sekolah Berbasis Komputer) ini dengan meng-klik tombol “Tambah Ujian”. Kemudian akan muncul form “Ujian Baru”. Silakan isikan nama ujian pada ujian anda yang baru. Pilih juga mata pelajarannya. Dalam contoh, adalah mata pelajaran Bahasa Indonesia. Cukup isi “Lama Ujian” dengan angka saja. Karena sudah diformat dalam satuan menit. Misalnya diisi 120 yang menandakan ujian akan berlangsung selama 120 menit.

Ada beberapa tipe ujian yang dapat dipilih dari menu Jenis Ujian. Guru dapat membuat jenis ujian seperti ujian harian, ujian tengah semester (UTS), atau ujian akhir semester (UAS).

Sebagai guru, Anda dapat melakukan pengacakan pada soal (melalui fitur “Acak Soal”) maupun pada jawaban (fitur “Acak Jawaban”). Mengenai nilai, bahkan dapat ditampilkan langsung segera setelah ujian selesai dilaksanakan; lewat fitur “Tampil Nilai Setelah Ujian”. Anda juga dapat memilih dan menentukan, apakah ujian tersebut akan direkap masuk ke dalam nilai (fitur “Masuk Rekap Nilai”). Apabila sudah selesai, silakan klik tombol “Buat Ujian”. Maka ujian Anda sudah jadi. Cukup mudah membuat ujian di aplikasi USBK (Ujian Sekolah Berbasis Komputer) Edubox, bukan?  

Untuk mencegah ujian tidak tersebar sebelum atau sesudah waktu yang diinginkan, kami menyediakan tombol switch untuk mengaktifkan ujian.

Cara Membuat Soal di Aplikasi USBK Edubox

Sekarang, kita sudah punya ujian. Nah, bagaimana mengisinya dengan soal-soal?

Cara Menambahkan User Baru di Aplikasi USBK Edubox

User Baru yang dimaksud di sini adalah mereka yang berperan dan bertugas sebagai: Guru, Kepala Sekolah, atau Wali Kelas.

Pertama-tama, kita lihat ada menu utama di sebelah kiri. Menu ini seringkali muncul; karena itu kami menyebutnya menu utama. Terdapat beberapa menu sebagai berikut: Beranda, Pengguna, Pelajaran, Tugas, dan Ujian. Untuk menambahkan user baru, silakan klik tab “Pengguna”. Maka akan tampak “Daftar Pengguna” di halaman besar. Di sisi kanan atas, kita bisa melihat tombol “Unduh Data” dan “Tambah Pengguna”. Dengan mengklik  tombol terakhir, maka kita akan dapat menambahkan data dari user terbaru.

Apa saja kolom yang harus diisi sebagai data dari user terbaru? Berikut adalah data penting yang harus dimasukkan: NIK/NIP/NIS/NISN, Nama Lengkap, E-Mail, Role (bisa dipilih antara “Guru”, “Kepala Sekolah” atau “Wali Kelas”), dan Foto. Password wajib dimasukkan dua kali sebagai cara verifikasi. Klik “Buat Pengguna” untuk menyimpan data user yang baru. Kemudian profil user yang baru akan disimpan dan diperlihatkan di halaman selanjutnya. Di halaman inilah kita bisa melakukan “Sunting Pengguna” dan “Ganti Password”.

Cara Memberikan Penilaian di Aplikasi USBK Pinisi

Membuat Penilaian Offline https://www.youtube.com/watch?v=XVFt1d48LHI

Ujian untuk perbaikan nilai dan jenis-jenis ujian yang lain. Untuk menghadapi ujian tertentu (ujian nasional) maka guru juga dapat membuat jenis ujian latihan dari menu Jenis Ujian.

Bentuk penilaian: tugas, ulangan, praktik (offline), atau keterampilan. Pilih praktik (offline). Langkah 1: judul. Klik berikutnya. 2. Pilih kelas. 3. Isi tugas dan lampiran.

Cara Mengunduh Data Siswa per Kelas di Aplikasi USBK Pinisi

Untuk mengunduh data pengguna, yang harus dilakukan pertama adalah mencari kelompok data yang ingin diunduh melalui kolom pencarian. Apakah menurut NIK/NIP, Nama, Email atau Kelas. Misalkan kita ingin mengambil basis data (database) kelas XI MIPA 2, maka kita pilih Kelas. Dari database yang ditampilkan, kita lakukan copy pada “XI MIPA 2” lalu kita paste di kolom pencarian, kemudian tekan Enter. Maka aplikasi akan memilah dan menyajikan database siswa dari kelas XI MIPA 2.

Untuk memperoleh database tersebut dalam format Excel, silakan klik tombol “Unduh Data” untuk mengunduh database tersebut.

Termasuk di antaranya adalah hasil ujian. Tidak hanya hasil ulangan saja, tetapi juga mengkompilasi hasil-hasil ujian sebelumnya, sehingga para guru tinggal mengunduh rapor pendidikan para siswa saja. 

Mudah sekali melaksanakan ujian sekolah berbasis komputer, bukan? Sebab, segala proses ujian dapat kita lakukan dengan demikian mudah, otomatis, dan cepat.

Pinisi Edubox untuk Kegiatan Belajar-Mengajar (KBM)

Aplikasi USBK (Ujian Sekolah Berbasis Komputer) Edubox berada di dalam perangkat yang kami sebut sebagai Pinisi Edubox. Selain menyimpan aplikasi USBK (Ujian Sekolah Berbasis Komputer), di dalam Pinisi Edubox juga terdapat mini server. Komputer mini ini tidak hanya dapat digunakan untuk ujian saja, tetapi juga dapat digunakan sebagai alat bantu pengajaran di sekolah. Karena memiliki memori penyimpan sendiri, anda selaku guru dapat menyimpan materi pelajaran secara digital di dalam komputer server yang berukuran mini ini.

Untuk keperluan KBM yang melibatkan lebih banyak materi dan siswa, sudah ada komputasi awan (cloud computing) yang juga disediakan oleh tim Pinisi. Hal ini untuk mengatasi kelemahan mini server yang memang memiliki keterbatasan kapasitas.

Membuat Mata Pelajaran (Lesson) untuk Kelas di Aplikasi USBK Pinisi

Dari menu utama di sisi kiri, di mana terdapat beberapa pilihan menu: Beranda, Pengguna, Pelajaran, Ujian dan Tugas, maka pilih dan klik tab Pelajaran untuk “Membuat Pelajaran” (Lesson). Caranya adalah sebagai berikut:

  • Pilih mata pelajaran dari menu drop down yang muncul.
  • Kemudian, pilih kelas untuk pelajaran tersebut.
  • Centang lintas minat apabila pelajan dan kelas tersebut memang memenuhi syarat tersebut.
  • Pada kolom Guru Mata Pelajaran, ketikkan satu atau beberapa huruf pertama dari nama guru, sehingga muncul pilihan drop down yang memuat satu atau beberapa nama guru mata pelajaran. Tentukan nama guru.
  • Klik tombol Buat Pelajaran.

Maka akan muncul halaman mata pelajaran untuk kelas yang baru dengan menu yang terdiri dari:

Menambahkan Siswa ke Dalam Pelajaran

Ada dua cara untuk menambahkan siswa ke dalam mata pelajaran. Pertama adalah menambahkan nama dan NIS siswa secara manual. Kedua melalui daftar siswa yang sudah dibuat sebelumnya dan telah tersedia di dalam sistem.

Mulai dengan meng-klik menu pelajaran. Lalu pilih mata pelajaran yang akan ditambahkan siswanya. Sebagai contoh ada mata pelajaran bahasa indonesia. Mari coba cara manual dahulu. Yaitu menambahkan siswa dari data excel. Bisa kita copy-paste. Untuk format, sudah tersedia. Dari row selanjutnya, kita isikan nomor induk siswa lalu nama siswanya. Apabila semua list sudah masuk, anda bisa salin dengan sorot lalu klik kanan, lalu klik salin/copy kembali ke halaman data siswa, kita tempel (paste). Menekan tombol tambah. Apabila sudah selesai dengan data yang dimasukkan, bisa tekan simpan. Secara otomatis, maka siswa akan

Atau dari daftar siswa. Dari siswa terdaftar.

Kita juga bisa menambah atau memperpanjang daftar siswa. Jadi, siswa yang belum terdaftar, bisa kita masukkan ke dalam daftar siswa.

Menilai Tugas

Simpan Konten Pembelajaran

Penutup/Conclusion

Pinisi Edubox adalah aplikasi ujian sekolah berbasis komputer (USBK) dengan perangkat fisik yang dapat disambungkan ke jaringan komputer. Aplikasi Pinisi dapat digunakan untuk ujian, maupun proses belajar-mengajar.

Dengan demikian, pekerjaan administratif para guru tetap terselesaikan, namun dalam waktu sekejap mata saja. Diharapkan, keadaan ini akan memberikan kesempatan dan waktu yang lebih luang bagi guru untuk dapat meningkatkan kualitas pengajaran yang dapat dia berikan di depan kelas.

Open reseller

Kami mencari mitra reseller di seluruh Indonesia. Agar kita dapat menyelenggarakan ujian sekolah berbasis komputer di seluruh nusantara. Berminat? Silakan masukkan alamat email anda di kolom komentar.

Link Pemesanan

Related post(s):



Uji Coba / Try Out UNBK 2017

Setiap permasalahan membutuhkan solusi dan inovasi untuk menyelesaikannya, dan peran ini selalu diambil oleh enterpreneur ataupun orang-orang yang mempunyai semangat enterpreneur (biasa disebut intrapeneur) dimanapun dan di posisi apapun dia berada. Tim Pinisi Edubox dengan semangat entrepreneurship yang dipunyai, merealisasikan solusi ujian dalam jaringan (daring, online). Tulisan ini akan membahas penggunaan aplikasi edubox untuk Uji Coba / Try Out UNBK.

Heboh-heboh persiapan Ujian Nasional Berbasis Komputer khususnya untuk tingkat SMP di kota Bandung memberikan insight baru bagi saya dan tim di Pinisi Edubox. Semula Edubox hanya kami persiapan untuk kebutuhan ujian harian, UAS, dan UTS, ternyata kemudian bisa dimanfaatkan untuk uji coba UNBK buat sekolah-sekolah yang sudah menyatakan kesiapan untuk ikut UN Berbasis Komputer.

Portfolio kami dalam menyelenggarakan uji coba UN Berbasis Komputer dapat dilihat di akun Instagram Pinisi: http://instagram.com/pinisiedubox/

Alhamdulillah beberapa sekolah penerima hibah CSR BJB-Edubox sudah bisa melaksanakan uji coba UNBK sehingga nantinya anak-anak sudah terbiasa pada saat ujian sebenarnya. Uji coba UNBK sebagai simulasi bagi para siswa, maupun guna mengujicoba kapasitas komputer server (peladen) dan jaringan yang menghubungkan dengan gawai (device) yang digunakan oleh para siswa. Idealnya, jumlah siswa peserta simulasi UNBK sama persis dengan jumlah siswa yang akan mengikuti UN Berbasis Komputer yang sebenarnya.

Kelebihan uji coba UNBK dengan menggunakan edubox adalah sekolah tidak perlu menyiapkan komputer, karena bisa dilaksanakan dari gadget anak-anak dan tentu saja tidak membutuhkan akses internet.

para siswa sedang melaksanakan ujian secara digital via laptop masing-masing dengan bantuan alat Edubox
Uji Coba UNBK SMPN 13 Bandung

Khusus untuk sekolah-sekolah yang belum memiliki Edubox ingin mengadakan uji coba UN Berbasis Komputer tim kami bersedia datang untuk daerah Bandung Raya (Kota Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung).

Kami juga memiliki tim di wilayah Jawa Timur yang bisa membantu pelaksanaan uji coba UN Berbasis Komputer bersama alat Edubox.

Catatan:

  • CSR = Corporate Social Responsibility (tanggung jawab sosial perusahaan)
  • BJB = Bank Jabar Banten

Related Post(s):

Kenali Manfaat-Manfaat Teknologi Ujian Sekolah Berbasis Komputer untuk Para Murid di Sekolah

Meta-deskripsi: Aplikasi USBK (Ujian Sekolah Berbasis Komputer) Edubox dapat digunakan di browser (baik komputer maupun mobile) untuk ujian sekolah berbasis komputer. Seperti apakah itu?

Ada teknologi yang membawa dampak berbahaya bagi anak-anak, terutama mereka yang masih berada dalam usia sekolah. Teknologi seperti fitur-fitur dalam gadgetmisalnya, dianggap sebagai hal-hal yang menjauhkan anak-anak dari dunia nyata.

Di sekolah pun, banyak guru yang menerangkan dampak buruk gawai terhadap perkembangan para murid. Apa yang dikatakan oleh guru-guru tersebut sebetulnya tidak salah. Namun, terus-menerus mencekoki murid dengan pemahaman bahwa teknologi berbahaya tidaklah tepat. Sebab, tidak semua teknologi seperti itu. Pasalnya, teknologi juga memiliki berbagai kelebihan untuk murid-murid sekolah; salah satunya dibuktikan dengan kehadiran ujian sekolah berbasis komputer.

Lebih jelasnya, simak kelebihan-kelebihannya berikut ini.

1.Mengajarkan Murid untuk Mengedepankan Logika

Perintah-perintah dalam berbagai perangkat lunak yang terdapat pada PC atau laptop dibuat berdasarkan susunan logika atau bahasa pemrograman. Dengan begitu, pengoperasian gadget dan perangkat komputer pun harus menggunakan logika. Pada saat itulah cara berpikir kita diasah.

Tidak mengherankan apabila orang yang terbiasa mengoperasikan komputer dan gadget memiliki pikiran yang lebih terstruktur dibandingkan mereka yang tidak pernah atau jarang mengoperasikan alat-alat tersebut.

Membiasakan anak-anak untuk mengoperasikan komputer dan gadget sejak dini akan mengajarkan dia untuk lebih menggunakan logikanya dengan terstruktur. Selain itu, anak-anak pun akan lebih mampu memecahkan masalah dengan realistis dan cenderung objektif.

2.Mempermudah Kehidupan

Banyak orang yang menganggap bahwa peralatan elektronik dapat membuat anak-anak menjadi lebih malas; hal tersebut terkadang tepat. Namun dengan penggunaan gadget yang baik dan sesuai porsi, hidup anak-anak menjadi lebih mudah dan juga lebih praktis.

Bila anak diajarkan untuk menjadi inventor dan bukan sekadar penikmat teknologi, maka berbagai kemudahan teknologi pun amat dapat membantu kehidupan anak. Segala hal yang mereka butuhkan untuk mencapai cita-citanya akan lebih mudah untuk dilakukan

3. Menjembatani Komunikasi

Sebelum adanya gadget dan teknologi nirkabel, komunikasi begitu terbatas dan hanya bisa dilakukan melalui media-media tertentu seperti jaringan telepon atau surat. Dengan keberadaan gadget dan jaringan seluler, maka komunikasi pun menjadi lebih mudah dan lebih cepat untuk dilakukan.

Anda bisa menghubungi siapa pun dalam waktu cepat dan memberitakan suatu kejadian tanpa perlu dibatasi oleh waktu. Hal ini juga bermanfaat bagi anak-anak, mereka jadi lebih mudah menghubungi teman-temannya. Misalnya, pada saat mereka ingin berdiskusi mengenai pelajaran tertentu, atau menghubungi guru untuk bertanya mengenai materi-materi yang dianggap sulit.

Oh ya, dengan gadget, orang tua pun jadi lebih mudah untuk mengetahui keberadaan anak dan mengawasi mereka. Para orangtua tidak perlu takut kehilangan sang anak atau tidak mengetahui aktivitas anak-anak.

4. Memberikan Akses Informasi yang Lebih Besar

Sebelum ada gadget, untuk mencari informasi, murid-murid harus bertanya langsung pada guru, orang yang lebih tua, atau pergi ke perpustakaan. Nah dengan adanya gadget, mereka dapat mencari informasi terutama mengenai pelajaran dengan lebih mudah di berbagai situs dan juga di perpustakaan daring.

Harus kita akui bahwa terkadang orang yang lebih tua pun bisa salah memberi informasi. Jadi, dengan adanya gadget, anak-anak bisa lebih mudah menerima informasi yang lebih tepat. Namun tetap saja, anak-anak memang harus diawasi saat mencari informasi, karena ada banyak juga informasi di internet yang tidak tepat bahkan menjerumuskan anak-anak.

5. Mempermudah Proses Belajar Mengajar

Jangan salah, gadget juga bisa menjadi media untuk belajar lho. Ya, gadget dapat digunakan oleh guru untuk memberikan materi materi pelajaran serta ujian dan murid pun dapat mengaksesnya dari sana. Hal ini jelas mempermudah proses pengajaran dan membuat murid-murid dapat memahami pelajaran di mana pun dan kapan pun. Selain itu, para murid juga dapat melakukan ujian dengan mudah tanpa perlu harus repot-repot mempersiapkan berbagai alat tulis.

Salah satu perangkat yang dapat menunjang hal tersebut adalah Pinisi Edubox. Apa itu Pinisi Edubox? Yuk, kenali lebih dekat peralatan canggih ini.

Pinisi Edubox, Belajar dalam Jaringan

Proses belajar mengajar dan ujian menggunakan Pinisi Edubox dilakukan melalui dua hal, yakni mini server Pinisi dan juga aplikasi Pinisi. Nah, mini server ini dapat menyimpan berbagai macam materi pelajaran serta ujian, dan dapat diakses oleh para murid yang memiliki nama pengguna serta sandi. Aksesnya sendiri melalui aplikasi yang bisa diakses melalui gadget Android atau lewat komputer.

Dengan begitu, murid-murid pun dapat melihat berbagai materi pelajaran kapan pun mereka mau dan dapat mengerjakan ujian tanpa membutuhkan alat-alat tulis. Selain itu mereka dapat lebih fokus dalam memecahkan berbagai soal karena mereka tidak perlu repot-repot menggunakan alat tulis. Guru pun tidak perlu menghabiskan waktu untuk memeriksa hasil ujian, karena dengan Pinisi edubox otomatis nilai dapat terkalkulasi usai para murid mengerjakan ujian.

Sebagai browser untuk ujian sekolah berbasis komputer, Pinisi Edubox juga memiliki kapasitas yang besar serta prosesor yang mumpuni, sehingga guru dan murid tidak perlu takut dengan adanya hambatan yang mereka temukan pada saat mengerjakan ujian atau memberikan pelajaran.

Aplikasi Pinisi tidak memberatkan ponsel atau gadget lainnya sehingga murid-murid tidak akan menemukan lagging yang mengganggu pada saat mereka mengaksesnya.

Jadi, siapa bilang teknologi tidak berguna bagi anak-anak yang masih berada di usia sekolah? Teknologi pun bisa sangat bermanfaat bagi mereka seperti yang ditawarkan oleh Pinisi Edubox. Nah, tunggu apa lagi? Bagi para tenaga pengajar dan murid-murid, menggunakan browser untuk ujian sekolah berbasis komputer sangat direkomendasikan. Bila Anda ingin mengetahui informasi lebih lanjut, jangan lupa untuk mengakses www.pinisi.io atau kunjungi Instagram kami di @pinisiedubox.

Open reseller

Kami mencari mitra reseller di seluruh Indonesia. Agar kita dapat menyelenggarakan ujian sekolah berbasis komputer di seluruh nusantara. Berminat? Silakan masukkan alamat email anda di kolom komentar.

Link Pemesanan

Related post(s):

Aplikasi USBK itu Bernama Edubox – Ujian Sekolah Berbasis Komputer

Aplikasi Ujian Sekolah Berbasis Komputer (USBK) adalah aplikasi yang memungkinkan anda (sebagai guru) atau sekolah anda untuk menyelenggarakan ujian secara online.

ujian sekolah berbasis komputer (USBK)

Edubox adalah perangkat server berukuran mini dengan performansi optimal untuk kebutuhan komputasi anda yang akan memberikan pengalaman mengajar (sekaligus ujian) yang tidak akan pernah dilupakan oleh siswa.

Edubox terdiri dari sebuah aplikasi USBK (Ujian Sekolah Berbasis Komputer) dan perangkat fisik berupa jaringan yang dapat disambungkan dengan lab komputer atau jaringan komputer (computer network) di sekolah. Perangkat keras yang sama dapat digunakan secara intranet di dalam kelas.

Aplikasi USBK (Ujian Sekolah Berbasis Komputer) dalam perangkat Edubox, tidak hanya dapat digunakan untuk ujian saja, yaitu ujian semester, ujian mata pelajaran, atau ujian sekolah. Perangkat ini juga dapat membantu guru dalam proses belajar-mengajar itu sendiri. Karena konten pembelajaran dapat disimpan di server atau cloud milik Pinisi, yang kemudian dapat diunduh oleh para siswa melalui perangkat laptop, smartphone, atau komputer masing-masing.

Ada dua produk dari Pinisi yang menyertakan aplikasi ujian berbasis komputer di dalamnya:

  • Edubox Smart Router, dan
  • Edubox Mini Server

Tentu saja aplikasi ini bukan aplikasi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Namun aplikasi Pinisi ini dapat digunakan sebagai media latihan dalam menghadapi UNBK.

Bagaimana menggunakan aplikasi USBK Pinisi? Berikut adalah panduan langkah demi langkahnya:

Set Up Awal Aplikasi USBK Pinisi .

Set Up Awal. https://www.youtube.com/watch?v=JLG73-KYmJw

Anda dapat mengisi Nama Sekolah, Alamat Sekolah, dan nama Kepala Sekolah. Lalu kita isi kurikulum yang digunakan. Bisa kurikulum 2006 atau 2013. Pada awalnya hanya terdapat satu user. Dari sini, kita bisa menambahkan user-user yang lainnya. Tahun ajaran bisa kita pilih sendiri. Dengan format 2017/18, 2018/19, dan seterusnya.

Cara mendaftarkan kelas dimulai dari Jenjang Kelas. Aplikasi ini menyediakan pilihan jenjang kelas dari tingkat I sampai tingkat XII. Sedangkan ruang kelas adalah posisi ataupun urutan kelas, contohnya kelas X-1, X-2, X-A, X-B. Terakhir, kita bisa memasukkan nama wali kelas ke dalam masing-masing kategori kelas.

Guru dapat mengunggah data ke dalam sistem menggunakan file dengan format Excel. Tenang saja, kami sudah menyediakan cetakan (template) yang dapat digunakan dengan mudah. Sehingga pengisian data ke dalam cetakan tidak memakan waktu lama. Manfaatnya adalah proses unggahan (uploading) dapat dilakukan tanpa menghabiskan waktu dengan percuma.

Admin dapat memasukkan (input) soal ujian atau mengunggah (upload) dari cetakan format Excel yang sudah disediakan berdasarkan nama guru, jenjang kelas dan mata pelajaran yang diampu.

Untuk menampilkan hasil ujian, aplikasi USBK (Ujian Sekolah Berbasis Komputer) Edubox dapat memperlihatkan nilai siswa berdasar semester, menurut kelas, atau per mata pelajaran dan memungkinkan untuk di-eksport ke format PDF, Excel maupun langsung dicetak (print) di atas kertas.

Pada menu ini juga guru dapat membuat soal atau melakukan impor soal (lagi-lagi dari cetakan berformat Excel) per mata pelajaran dan per jenis ujian.

Cara Membuat Ujian Baru di Aplikasi USBK Pinisi.

Anda dapat memulai pembuatan ujian baru di aplikasi USBK (Ujian Sekolah Berbasis Komputer) ini dengan meng-klik tombol “Tambah Ujian”. Kemudian akan muncul form “Ujian Baru”. Silakan isikan nama ujian pada ujian anda yang baru. Pilih juga mata pelajarannya. Dalam contoh, adalah mata pelajaran Bahasa Indonesia. Cukup isi “Lama Ujian” dengan angka saja. Karena sudah diformat dalam satuan menit. Misalnya diisi 120 yang menandakan ujian akan berlangsung selama 120 menit.

Ada beberapa tipe ujian yang dapat dipilih dari menu Jenis Ujian. Guru dapat membuat jenis ujian seperti ujian harian, ujian tengah semester (UTS), atau ujian akhir semester (UAS).

Sebagai guru, Anda dapat melakukan pengacakan pada soal (melalui fitur “Acak Soal”) maupun pada jawaban (fitur “Acak Jawaban”). Mengenai nilai, bahkan dapat ditampilkan langsung segera setelah ujian selesai dilaksanakan; lewat fitur “Tampil Nilai Setelah Ujian”. Anda juga dapat memilih dan menentukan, apakah ujian tersebut akan direkap masuk ke dalam nilai (fitur “Masuk Rekap Nilai”). Apabila sudah selesai, silakan klik tombol “Buat Ujian”. Maka ujian Anda sudah jadi. Cukup mudah membuat ujian di aplikasi USBK (Ujian Sekolah Berbasis Komputer) Edubox, bukan?  

Untuk mencegah ujian tidak tersebar sebelum atau sesudah waktu yang diinginkan, kami menyediakan tombol switch untuk mengaktifkan ujian.

Cara Membuat Soal di Aplikasi USBK Edubox

Sekarang, kita sudah punya ujian. Nah, bagaimana mengisinya dengan soal-soal?

Cara Menambahkan User Baru di Aplikasi USBK Edubox

User Baru yang dimaksud di sini adalah mereka yang berperan dan bertugas sebagai: Guru, Kepala Sekolah, atau Wali Kelas.

Pertama-tama, kita lihat ada menu utama di sebelah kiri. Menu ini seringkali muncul; karena itu kami menyebutnya menu utama. Terdapat beberapa menu sebagai berikut: Beranda, Pengguna, Pelajaran, Tugas, dan Ujian. Untuk menambahkan user baru, silakan klik tab “Pengguna”. Maka akan tampak “Daftar Pengguna” di halaman besar. Di sisi kanan atas, kita bisa melihat tombol “Unduh Data” dan “Tambah Pengguna”. Dengan mengklik  tombol terakhir, maka kita akan dapat menambahkan data dari user terbaru.

Apa saja kolom yang harus diisi sebagai data dari user terbaru? Berikut adalah data penting yang harus dimasukkan: NIK/NIP/NIS/NISN, Nama Lengkap, E-Mail, Role (bisa dipilih antara “Guru”, “Kepala Sekolah” atau “Wali Kelas”), dan Foto. Password wajib dimasukkan dua kali sebagai cara verifikasi. Klik “Buat Pengguna” untuk menyimpan data user yang baru. Kemudian profil user yang baru akan disimpan dan diperlihatkan di halaman selanjutnya. Di halaman inilah kita bisa melakukan “Sunting Pengguna” dan “Ganti Password”.

Cara Memberikan Penilaian di Aplikasi USBK Pinisi

Membuat Penilaian Offline https://www.youtube.com/watch?v=XVFt1d48LHI

Ujian untuk perbaikan nilai dan jenis-jenis ujian yang lain. Untuk menghadapi ujian tertentu (ujian nasional) maka guru juga dapat membuat jenis ujian latihan dari menu Jenis Ujian.

Bentuk penilaian: tugas, ulangan, praktik (offline), atau keterampilan. Pilih praktik (offline). Langkah 1: judul. Klik berikutnya. 2. Pilih kelas. 3. Isi tugas dan lampiran.

Cara Mengunduh Data Siswa per Kelas di Aplikasi USBK Pinisi

Untuk mengunduh data pengguna, yang harus dilakukan pertama adalah mencari kelompok data yang ingin diunduh melalui kolom pencarian. Apakah menurut NIK/NIP, Nama, Email atau Kelas. Misalkan kita ingin mengambil basis data (database) kelas XI MIPA 2, maka kita pilih Kelas. Dari database yang ditampilkan, kita lakukan copy pada “XI MIPA 2” lalu kita paste di kolom pencarian, kemudian tekan Enter. Maka aplikasi akan memilah dan menyajikan database siswa dari kelas XI MIPA 2.

Untuk memperoleh database tersebut dalam format Excel, silakan klik tombol “Unduh Data” untuk mengunduh database tersebut.

Termasuk di antaranya adalah hasil ujian. Tidak hanya hasil ulangan saja, tetapi juga mengkompilasi hasil-hasil ujian sebelumnya, sehingga para guru tinggal mengunduh rapor pendidikan para siswa saja. 

Mudah sekali melaksanakan ujian sekolah berbasis komputer, bukan? Sebab, segala proses ujian dapat kita lakukan dengan demikian mudah, otomatis, dan cepat.

Pinisi Edubox untuk Kegiatan Belajar-Mengajar (KBM)

Aplikasi USBK (Ujian Sekolah Berbasis Komputer) Edubox berada di dalam perangkat yang kami sebut sebagai Pinisi Edubox. Selain menyimpan aplikasi USBK (Ujian Sekolah Berbasis Komputer), di dalam Pinisi Edubox juga terdapat mini server. Komputer mini ini tidak hanya dapat digunakan untuk ujian saja, tetapi juga dapat digunakan sebagai alat bantu pengajaran di sekolah. Karena memiliki memori penyimpan sendiri, anda selaku guru dapat menyimpan materi pelajaran secara digital di dalam komputer server yang berukuran mini ini.

Untuk keperluan KBM yang melibatkan lebih banyak materi dan siswa, sudah ada komputasi awan (cloud computing) yang juga disediakan oleh tim Pinisi. Hal ini untuk mengatasi kelemahan mini server yang memang memiliki keterbatasan kapasitas.

Membuat Mata Pelajaran (Lesson) untuk Kelas di Aplikasi USBK Pinisi

Dari menu utama di sisi kiri, di mana terdapat beberapa pilihan menu: Beranda, Pengguna, Pelajaran, Ujian dan Tugas, maka pilih dan klik tab Pelajaran untuk “Membuat Pelajaran” (Lesson). Caranya adalah sebagai berikut:

  • Pilih mata pelajaran dari menu drop down yang muncul.
  • Kemudian, pilih kelas untuk pelajaran tersebut.
  • Centang lintas minat apabila pelajan dan kelas tersebut memang memenuhi syarat tersebut.
  • Pada kolom Guru Mata Pelajaran, ketikkan satu atau beberapa huruf pertama dari nama guru, sehingga muncul pilihan drop down yang memuat satu atau beberapa nama guru mata pelajaran. Tentukan nama guru.
  • Klik tombol Buat Pelajaran.

Maka akan muncul halaman mata pelajaran untuk kelas yang baru dengan menu yang terdiri dari:

Menambahkan Siswa ke Dalam Pelajaran

Ada dua cara untuk menambahkan siswa ke dalam mata pelajaran. Pertama adalah menambahkan nama dan NIS siswa secara manual. Kedua melalui daftar siswa yang sudah dibuat sebelumnya dan telah tersedia di dalam sistem.

Mulai dengan meng-klik menu pelajaran. Lalu pilih mata pelajaran yang akan ditambahkan siswanya. Sebagai contoh ada mata pelajaran bahasa indonesia. Mari coba cara manual dahulu. Yaitu menambahkan siswa dari data excel. Bisa kita copy-paste. Untuk format, sudah tersedia. Dari row selanjutnya, kita isikan nomor induk siswa lalu nama siswanya. Apabila semua list sudah masuk, anda bisa salin dengan sorot lalu klik kanan, lalu klik salin/copy kembali ke halaman data siswa, kita tempel (paste). Menekan tombol tambah. Apabila sudah selesai dengan data yang dimasukkan, bisa tekan simpan. Secara otomatis, maka siswa akan

Atau dari daftar siswa. Dari siswa terdaftar.

Kita juga bisa menambah atau memperpanjang daftar siswa. Jadi, siswa yang belum terdaftar, bisa kita masukkan ke dalam daftar siswa.

Menilai Tugas

Simpan Konten Pembelajaran

Penutup/Conclusion

Pinisi Edubox adalah aplikasi ujian sekolah berbasis komputer (USBK) dengan perangkat fisik yang dapat disambungkan ke jaringan komputer. Aplikasi Pinisi dapat digunakan untuk ujian, maupun proses belajar-mengajar.

Dengan demikian, pekerjaan administratif para guru tetap terselesaikan, namun dalam waktu sekejap mata saja. Diharapkan, keadaan ini akan memberikan kesempatan dan waktu yang lebih luang bagi guru untuk dapat meningkatkan kualitas pengajaran yang dapat dia berikan di depan kelas.

Open reseller

Kami mencari mitra reseller di seluruh Indonesia. Agar kita dapat menyelenggarakan ujian sekolah berbasis komputer di seluruh nusantara. Berminat? Silakan masukkan alamat email anda di kolom komentar.

Link Pemesanan

Edubox Mobile App, simulasi ujian nasional berbasis android

Browser adalah penemuan teknologi informasi (information technology, IT) yang sangat mencengangkan sekaligus memudahkan para penggunanya. Bersama browser, kita tidak bergantung sepenuhnya kepada aplikasi-aplikasi berbasis perangkat. Baik perangkat komputer pribadi (personal computer, PC) maupun telepon genggam (handphone). Lewat browser, kita bisa mengakses dan menggunakan banyak sekali aplikasi berbasis website (web-based) tanpa harus memiliki atau mempertahankannya di perangkat kita. Penggunaanya hanya ketika kita membutuhkannya. Tinggal buka browser, kemudian kita akses dan gunakan. Bila sudah selesai, tab browsernya tinggal kita tutup. Demikianlah aplikasi berbasis web memberikan kemudahan pada kita hanya ketika kita membutuhkannya. Broswser juga bisa digunakan untuk simulasi Ujian Nasional Berbasis Android (USBN), lho.

Ujian berbasis komputer (computer-based test, CBT) semakin mudah dan luas penggunaannya tatkala dipertemukan dengan teknologi IT berbasis browser. Tadinya, CBT menggunakan aplikasi-aplikasi berbasis komputer pribadi. Sehingga aplikasi tersebut harus diinstal dan terus berada di dalam PC tersebut meskipun tidak sedang digunakan. Dengan browser sebagai medium akses, teknologi IT yang web-based mempersilahkan kita sebagai pengembang perangkat lunak (software developer) untuk merancang dan mengembangkan perangkat lunak untuk ujian. Pintu masuknya adalah sebuah alamat situs (yang lazim kita sebut URL) yang kita masukkan di dalam tab browser kita.

Sebagai software developer, Pinisi telah mantap menetapkan URL http://edubox.pinisi.io sebagai cara untuk memasuki aplikasi ujian berbasis android yang bisa pula digunakan untuk simulasi ujian nasional berbasis android. Tidak hanya aplikasi ujian berbasis android di web, tetapi tim Pinisi juga telah mengembangkan mobile application (lazim disebut mobile app) yang juga berbasis Android. Mobile app ini gratis alias tidak dipungut bayaran. Screenshot-nya berikut ini, agar anda tidak salah dalam mencari, menemukan, dan mengunduh mobile app Pinisi yang dikembangkan oleh software developer Pinisi Dev Team.

Sedangkan URL http://pinisi.io adalah landing page di mana anda bisa melakukan pemesanan sekaligus transaksi untuk produk Edubox Mini Server. Kami juga sedang mencari para reseller yang berkenan untuk turut mendistribusikan produk ini ke seluruh penjuru nusantara.

Mengapa harus android?

Tingkat kepemilikan siswa terhadap perangkat (gadget) dengan sistem operasi (operation system, OS) android jauh lebih tinggi daripada laptop. Smartphone android bahkan tersedia pada harga yang relatif terjangkau dengan kualitas yang bisa diandalkan. Berbeda dengan kompetitornya, yaitu iOS dari perusahaan Apple yang perangkat-perangkatnya berharga mahal. Dengan menggunakan perangkat dan aplikasi berbasis android, sekolah maupun para guru relatif tidak menemui hambatan tatkala meminta para siswa untuk membawa perangkat yang bisa digunakan untuk ujian berbasis android. Berbeda dengan laptop yang tidak semua keluarga memilikinya. Apabila sekolah menugaskan masing-masing siswa untuk membawa laptop, tentu tidak akan mudah. Malah sebaliknya, membebani siswa dan keluarganya.

Android juga mudah digunakan. Seiring dengan perkembangan wawasan (insight) para developer dalam merancang mobile app yang “mengerti” kebutuhan para pengguna (user). Pengalaman pengguna (user experience, UX) adalah prioritas pengembang. Dalam proses pengembangan mobile app, user tidak perlu lagi membaca petunjuk manual (manual guidance) yang biasanya berisi cara-cara bagaimana menggunakan suatu aplikasi. Berkat wawasan pengembangan UX, user akan mendapati betapa mudahnya menggunakan mobile app yang memang khusus dirancang untuknya.

Dalam hal ini, Pinisi Dev Team melakukan riset khusus berupa wawancara mendalam (in-depth interview) dan diskusi grup (focused-grups discussion) guna mengetahui pain points (suatu kebutuhan dari user, yang terasa “menyakitkan” bila tidak terpenuhi oleh aplikasi atau perangkat yang dia gunakan) dari para user. Dalam hal ini, para user adalah guru (selaku pembuat soal dan pelaksana ujian) dan siswa (selaku user yang mengerjakan soal).

Kami mendapati para guru terbebani dengan proses-proses administratif yang menyertai pelaksanaan ujian. Terutama bila ujian dilakukan menggunakan kertas. Mulai dari menyiasati kemungkinan siswa berbagi jawaban, memperbanyak lembar soal dan lembar jawaban lewat mesin photocopy, memeriksa jawaban para siswa di puluhan –bahkan ratusan– lembar jawaban, memasukkan nilai ke dalam buku raport, dan lain sebaginya. Yang cenderung menjemukan –sehingga mungkin menghilangkan konsentrasi guru—dan menghabiskan waktu. Seringkali, para guru harus menggunakan waktunya di luar jam kerja maupun jam sekolah. Yang nyata-nyata merenggut waktu untuk keluarga, maupun waktu untuk aktifitas pribadi lainnya.

Dengan aplikasi ujian berbasis android seperti Pinisi, yang bisa pula digunakan sebagai aplikasi simulasi ujian nasional berbasis android, maka para guru tidak lagi merasakan pain points tersebut.   Jadi, kemajuan teknologi digital telah membawa angin segar yang sangat berarti bagi pendidikan kita di Indonesia. Tidak hanya di perkotaan, namun juga pedesaan maupun daerah-daerah terpencil. Di mana kita sudah bisa menyelenggarakan ujian dengan lebih mudah, lebih cepat bahkan dengan biaya yang relatif terjangkau. Ya, ujian nasional berbasis android memang memberikan beberapa kemudahan bila dibandingkan dengan CBT biasa, apalagi bila dikomparasi dengan ujian berbasis kertas (paper-based test) biasa.

Related Post(s):

Tugas Staff Admin IT di Sekolah

Ada tiga bidang yang harus dikuasai oleh staff admin IT di sekolah. Yaitu software, hardware, dan network.

Software berarti perangkat lunak yang biasa diinstal di hampir semua komputer di sekolah. Termasuk komputer-komputer di lab komputer atau lab UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer). Paling utama adalah Microsoft Office atau sejenisnya. Misalnya ada Open Office dari Linux yang sifatnya opensource (terbuka untuk dikembangkan dan didistribusikan oleh siapa saja).

Sedangkan hardware, adalah perangkat-perangkat keras yang di antaranya meliputi CPU (Central Processing Unit, alias otaknya si komputer), monitor dan keyboard. Untuk keperluan sekolah, tidak diperlukan komputer yang canggih-canggih amat. Untuk Lab UNBK saja, cukup komputer dengan teknologi dual-core.

Satu lagi adalah jaringan (network). Yaitu jejaring yang menghubungkan antar komputer di sekolah. Lab UNBK maupun lab komputer biasa, butuh untuk terhubung satu sama lain dengan sebuah komputer server berperan sebagai sentral/pusat/induk dari komputer-komputer yang lain. Setidaknya, mendistribusikan data atau file menjadi lebih mudah karena cukup satu kali melalui komputer server tersebut. Tidak perlu satu demi satu melalui flash disc atau semacamnya. Bahkan di era serba Google ini, pengiriman file dapat dilakukan melalui email.

Peran sebagai troubleshooter

Ada kalanya software di komputer-komputer lab komputer kurang berfungsi dengan baik. Staf admin IT di sekolah dapat berperan sebagai lapisan pertama dalam menangani masalah (trouble shooting) tersebut. Misalnya sekedar instal ulang, me-recovery file yang hilang, dan sebagainya.

Di saat yang lain, hardware komputer ada yang tidak berfungsi dengan baik. Sehingga perlu ditukar dengan perangkat yang lain. Misalnya, keyboard yang rusak harus diganti dengan keyboard cadangan. Nah, selain melakukan penukaran tersebut, staff admin IT perlu mempersiapkan cadangan perangkat juga. Dengan cara melakukan pengajuan pengadaan perangkat komputer (CPU, monitor, keyboard) kepada kepala sekolah atau fungsi lain yang melaksanakan pengadaan barang dan jasa di sekolah.

Terkait jaringan komputer di lab komputer. Jaringan tidak selalu mulus menghubungkan satu komputer dengan komputer yang lain. Untuk masalah jaringan yang cukup berat, perlu mengundang vendor untuk melakukan troubleshooting. Namun, tatkala terjadi problem ringan staff admin IT perlu mengetahui troubleshooting ringan apa saja yang bisa dilakukan. Misalnya ketika jaringan internet sedang down (turun kecepatan dan kapasitasnya), apa saja yang bisa dilakukan oleh staff admin IT. Misalnya ketika loading sedang lambat, apa solusi yang mungkin disediakan oleh staff admin IT.

Jaringan di lab komputer maupun lab UNBK pada dasarnya bersifat intranet. Jadi tidak terhubung dengan dunia luar (baca: internet). Ini akan menyulitkan apabila menggunakan suatu referensi langsung dari internet untuk didistribusikan ke 30-40 komputer sekaligus di lab komputer / lab UNBK.

Untuk mengatasi hal ini, sudah ada aplikasi dan hardware bernama Pinisi Edubox. Aplikasinya akan membantu pelaksanaan pengajaran maupun ujian. Staff admin IT dapat mengajarkan kepada guru bagaimana cara membuat soal di aplikasi Pinisi. Termasuk juga cara menyimpan dan menggunakan konten pembelajaran yang disimpan di dalam perangkat Pinisi. Hardware Pinisi (baik Smart Router, maupun Mini Server) dapat membantu guru dalam melaksanakan pengajaran maupun ujian.

Bahkan untuk lab UNBK, Mini Server dapat difungsikan bersama dengan komputer server. Sehingga distribusi materi pengajaran atau soal ujian dapat dilakukan dengan mudah. Tanpa mengalami server down atau tidak bisa ter-connect.

Demikian uraian mengenai tugas staff admin IT di sekolah. Semoga mencerahkan.



Related Post(s):



Sukses UNBK dengan Sering Melakukan Simulasi dan Try Out

Untuk sejumlah sekolah dan siswa, UNBK masih menimbulkan kekhawatiran. Kekhawatiran itu mulai dari masalah infrastruktur komputer dan jaringan internet, listrik, sampai kepada siswa belum terbiasa untuk melakukan ujian menggunakan komputer. Sekali pelaksanaan simulasi UNBK juga tidak menyelesaikan hambatan-hambatan tersebut.

simulasi

Dari pengalaman saya pribadi, ternyata ujian menggunakan komputer itu lebih mudah daripada ujian menggunakan LJK komputer (bulatan dengan pensil 2B). Itu saya alami saat melakukan test TOEFL, sudah cukup lama saya tidak memegang pensil 2B (hampir 15 tahun), ternyata ujian menggunakan pensil 2B itu menghabiskan waktu yang cukup banyak untuk mengerjakan bulatan, apalagi kalau ada yang salah. Sedangkan ujian menggunakan komputer sangat mudah, kesalahan bisa diperbaiki dengan mudahnya, cuma dengan klak-klik klak-klik.

Nah untuk menghilangkan kekhawatiran itu, sekaligus membiasakan, maka siswa harus sering-sering melakukan simulasi atau tryout, jadi hal-hal terkait penggunaan dan teknis sudah tidak menjadi masalah disaat ujian sebenarnya. Sama halnya dengan aplikasi lain di komputer, bahkan games dan social media sekalipun, itupun kita gampang menggunakan jika sudah terbiasa dan sering menggunakan.

Untuk simulasi dan tryout ini bisa dilakukan secara online, sudah banyak website baik resmi dari kemdikbud ataupun lembaga lain yang menyediakan simulasi atau tryout UNBK, tinggal cari saja di google dengan kata kunci ‘simulasi UNBK’ atau ‘tryout UNBK’.

Khusus untuk yang susah mengakses internet maka simulasi UNBK juga bisa dilakukan secara offline (jaringan lokal), salah satunya dengan menggunakan perangkat yang saya dan teman-teman kembangkan — Edubox. Dengan Edubox simulasi UNBK bisa dilakukan tanpa kouta internet, dan bisa menggunakan semua gadget yang ada Wi-Fi-nya (laptop, tablet dan smartphone). Khusus untuk wilayah Bandung Raya, tim Pinisi Edubox secara cuma-cuma memberikan simulasi UNBK untuk sekolah-sekolah yang membutuhkan. Tertarik silakan isi data di form komentar.



Related Post(s):